no more ‘fachry’

sodara-sodara mulai hari ini ‘fachry’ digantikan oleh ‘nyamukbingung’..kenapa? baca..baca..baca..

Advertisements

so i can sigh eternally

Give me a Leonard Cohen afterworld, so i can sigh eternally”

(Bunuhlah aku –seperti dalam cerita Leonard Cohen- sehingga aku mendapatkan kedamaian abadi)

-Pennyroyal Tea –NIRVANA-

 

Tiba-tiba hari ini saya teringat tentang seorang sosok yang dulu, sangat memberikan inspirasi dan pengaruh yang nyata bagi kehidupan saya, orang itu menuliskan surat terakhirnya sebelum dengan sangat putus asa dia mengakhiri (more…)

tentang bintang

bintang kecil di langit yang biru

amat banyak menghias angkasa

aku ingin terbang dan menari

jauh tinggi ke tempat kau berada”

 

 

 

 

Bintang kecil – anonymous

 

 

            Masih inget lagu di atas?lagu yang hampir dihapal luar kepala oleh anak-anak sekolahan Indonesia, Ya , bintang kecil, sama halnya dengan beberapa lagu serupa, selalu dinyanyikan pada saat kita dulu belajar bersama dalam suasana belajar paling menyenangkan yang pernah terekam dalam memori otak saya.

            Masih tentang lagu di atas : “bintang kecil”, Jujur, sejak kecil saya selalu tertarik dengan lanjutkan membaca

masa-masa sulit

        Sungguh, bulan ini menjadi salah satu bulan tersulit dalam hidup saya, berbagai masalah datang silih berganti dengan kurun waktu yang singkat

Diawali dengan kesulitan ekonomi pada awal-awal bulan (yang umumnya tidak terjadi pada anak kos seperti saya) yang masih berlanjut hingga sekarang, yang dilanjutkan dengan goncangan pada ‘masalah-masalah sulit’ saya (untuk yang satu ini, jujur..sempat menguras kondisi hati dan pikiran saya dalam 2 bulan terakhir ini), belum cukup itu (more…)

bintang di langit, cahaya di hati

Ada berbagai cara bagaimana manusia memberikan makna bagi hidupnya. Bagi yang beriman pada Tuhan dan kehidupan akhirat, tentunya imannya akan memacunya untuk berprestasi dalam melayani Tuhannya yang antara lain berupa pelayanan dengan menolong hamba-hamba-Nya. Di dalam Al-Qur’an ditegaskan bahwa seseorang yang beriman pada ALLAH dan dilanjutkan dengan berbuat baik kepada sesamanya, yang demikian itu sesungguhnya ia berbuat baik terhadap dirinya sendiri. Dari sekian banyak perintah berbuat baik di mata Tuhan, pada praktiknya adalah juga kebaikan langsung menurut ukuran akal sehat.

 

Merenungkan makna kematian tidak berarti lalu membuat kita pasif, sebaliknya justru lebih serius dalam menjalani hidup, mengingat fasilitas umur yang teramat pendek. Ibarat orang lari, maka ia akan berpacu karena adanya batas waktu dan garis finish. Barangkali saja baca selanjutnya

27 Mei 2007 05:58 a.m

refleksi-gempa.jpg

 

Pagi itu, 27 Mei 2007, saya dan temen-temen melewati sebuah pagi dengan sangat indah, walaupun saya telat bangunnya – gara2 semaleman ngobrol ma anak-anak kos- tapi alhamdulillah saya nggak terlambat untuk dating ke LPP untuk memperingati acara setahun gempa Jogjakarta.

 

Jujur saja, saya tidak terlalu tertarik dengan hingar-bingar acara (seperti yang saya lihat di susunan acara), saya justru lebih tertarik pada baca lanjutannya >

GE : catatan perjalanan

Perlu perjuangan demi memenuhi sebuah janji.

 

Sehari sebelum berangkat, saya dah bikin janji dengan seorang kawan yang katanya mau ikutan berangkat ke Semarang, tapi ternyata eh ternyata di malem harinya saya dapet sms yang bilang kalo dia ndak jadi berangkat, dalam kondisi tak ada pulsa (kondisi kronis yang bikin saya harus mengais2 pulsa dari hape temen2) saya jadi tambah bingung “piye iki meh ngabari cah2 liyo?” – kira2 itu yang ada di pikiran saya, untungnya karena saya baik hati dan gemar menabung (narsis MODE : ON) 😛 alhamdulillah saya dapet pinjeman pulsa dari temen (thanks bos!) bwt ngabarin temen saya itu.

 

Besoknya pagi-pagi saya dah berangkat ke LPP, karena berdasar kesepakatan di malam itu, saya akan bersua dengan temen saya di LPP untuk selanjutnya kite berangkat bareng ke Semarang, tapi kemudian lanjutkan membaca