polisi koq nyogok supir..?

Sopir ”menyuap” polisi, itu biasa. Tapi kalau polisi ”menyuap” sopir, lha itu baru luar biasa.
Kejadian yang makewuhke ini dialami oleh sohib kita Jon Koplo kira-kira dua tahun lalu.
Koplo yang berprofesi sebagai sopir antar jemput anak-anak sekolah TK ini mempunyai banyak pelanggan anak-anak yang orangtuanya dari berbagai profesi. Ada yang jadi guru, pedagang, pegawai, polisi dan lain sebagainya. Tapi kebanyakan yang mengurusi anak yang ikut antar jemput adalah sang ibu, termasuk memberi amplop bayaran tiap bulannya, sehingga Koplo lebih banyak srawung dengan ibunya anak-anak daripada dengan bapaknya. Pagi itu Koplo dengan penuh semangat dan wajah berseri-seri berangkat kerja menjemput anak-anak.
Maklum, waktu itu awal bulan, saatnya Koplo terima bayaran dari ibunya anak-anak. Nah, salah satu anak yang diantarnya bernama Genduk Nicole.
Ia adalah anak seorang polisi lalu lintas yang bertampang agak serem bernama Tom Gembus, dan punya isteri yang lumayan cakep bernama Lady Cempluk. Sesampai di depan rumah Tom Gembus, Koplo menunggu keluarnya Lady Cempluk, tentunya sambil membawa amplop berisi bayaran. Apalagi biasanya Bu Cempluk ini sering memberi bonus atau tip.
Namun apa yang terjadi Saudara-saudara? Setelah mengantarkan Nicole masuk ke dalam mobil jemputan, Lady Cempluk bilang, ”Berangkat Pak Koplo.”
Jon Koplo yang tangannya sudah ngathung jadi agak kaget dan sedikit bengong.
”Lho, kok nggak dikasih amplop? Lali pa ya? Tapi Bu Cempluk ini biasanya disiplin dan tepat waktu,” batin Koplo.
Dengan hati agak gundah Jon Koplo langsung tancap gas menuju jalan raya. Ketika Jon Koplo melihat kaca spion mobil, di belakang nampak ada seorang polisi yang mengejarnya. Karena merasa tidak bersalah dan tidak melanggar rambu lalu lintas, Koplo cuek saja dan tambah ngebut.
Tapi polisi itu juga tambah tancap gas mengejar mobil Koplo. Setelah berhasil mendekati mobil Koplo, polisi itu menyuruh Koplo berhenti. Tentu saja Koplo kaget campur mangkel. ”Esuk-esuk wis golek perkara…” batinnya.
Dengan hati dongkol ditambah malu plus kesal karena banyak dilihat orang, Koplo bertanya, ”Salah saya apa sih Pak? Kok saya disuruh berhenti?”
Pak polisi turun dari sepeda motor dan membuka helmnya. Koplo sempat tercengang, sepertinya dia pernah kenal dengan Pak Polisi ini.
”Maaf Pak Koplo, saya Tom Gembus, suaminya Lady Cempluk. Saya disuruh isteri saya memberikan amplop ini. Tadi ia lupa ngasih-kan ini pada Pak Koplo…” Mak plooong hati Koplo lega. Akhirnya dapat juga amplop yang diharapkan.

Kiriman Sutardi, Badranasri RT 02/RW 11 No 135, Cangakan, Karanganyar 57712.

taken from : Ah tenane SOLOPOS.co.id 28 Sept 2006 03:42 p.m

Advertisements

Bekerja dengan cinta

Saya mempunyai kawan baru, namanya Fery. Dia seorang laki-laki berumur 17 tahun. Saya mengenalnya seminggu yang lalu. Saat itu dia sedang mangkal di depan masjid kampus dengan gerobak es-nya. Ya, Fery adalah warga baru yang berjualan es asli Banjarnegara. Sebelumnya, memang telah ada tiga orang yang mangkal di depan masjid kampus dengan profesi yang berbeda. Satu tukang koran, satu tukang kunci dan satunya lagi tukang tambal ban. Ketiganya saya kenal baik Nah, kini tambah satu lagi warganya, si Fery itu.

Fery anak yatim piatu, orang tuanya sudah meninggal dunia. Karena tak punya uang untuk sekolah, selepas SMP dia memutuskan untuk bekerja. Awalnya dia menjadi buruh bangunan di Jakarta beberapa bulan. Tapi, katanya hidup di Jakarta itu keras. Belum lagi dia merasa tidak tenang karena ada satu temannya yang selalu iri ketika dia mendapatkan uang dari pekerjaanya itu. Entah apa motif irinya, yang pasti Fery merasa tidak enak saja. Atas alasan itu, dia memutuskan untuk pulang kampung saja. Dan akhirnya dia memutuskan untuk berjualan es.

Dia berjualan es bersama dengan temannya. Satu temannya berjualan di alun-alun kota dengan harga satu gelas es Rp 1.500. Sedangkan dia berjualan di depan masjid kampus dengan harga Rp1000 saja. Maklum, dia mematok harga segitu biar tidak kelihatan mahal soalnya berjualan di sekitar kampus memang mengharuskan semua harga murah meriah. Di bandingkan dengan temannya, tentu penghasilannya lebih kecil. Tapi dia tetap menikmati saja pekerjaanya. Toh, dalam pengakuannya dia tetap bisa mendapatkan penghasilan sehari rata-rata Rp 75 ribu bersih. Hebat kan.

Selain cerita itu, saya juga salut atas obsesinya dalam bekerja.
Ya, menurutku dia telah bekerja dengan cinta.

Dia selalu menikmati pekerjaanya. Dia berangkat pagi dan pulang sekitar jam 4 sore. Dia bekerja, selain untuk menghidupi dirinya sendiri, juga untuk membiayai sekolah adik-adiknya yang masih SD. Selain itu, dia juga menyisihkan uang hasil pekerjaanya untuk memperbaiki rumahnya.

Duh, kadang saya malu juga, Ferry sudah bisa membiayai adik-adiknya sekolah, sementara saya masih belum juga bisa melakukan hal itu. Bahkan untuk hidup sehari-hari saja saya masih sesekali dikirimi oleh kakak saya yang bekerja di Jakarta

Fery, Sungguh mulia ya? Bagi anak-anak seumuran Fery, mungkin saat ini sedang menikmati masa-masa SMU. Bergaul sesama mereka, nonton bioskop, nonton band, main ke Mall dll. Sementara Ferry, harus berjuang berpanasan menunggu pembeli yang kehausan untuk menyeruput esnya demi menghilangkan dahaga. Dan, semuanya itu dia lakukan dengan senang hati, dengan cinta, tanpa banyak keluh kesah. Itu semua bisa saya tangkap ketika saya menyapannya, dia selalu tersenyum pada saya. Barangkali, ada yang malu ketika berjualan es seperti Ferry. Tapi tidak bagi dia. Yang dia tahu, dia mencari uang dengan cara yang halal. Itu saja.

Hari ini kita bercermin pada Fery.

Dia bekerja dengan cinta. Menikmati apa yang dilakukannya, jarang berkeluh kesah. Dia tidak malu bekerja sebagai penjual es karena itu cara halal, jadi tak masalah baginya. Itu semua dilakukannya untuk bisa membahagiakan adik-adiknya, agar tidak putus sekolah seperti dia. Terlepas apa yang dilakukanknya karena himpitan ekonomi, kita tetap perlu untuk bercermin dan belajar darinya.

Untuk kita semua. Apakah sampai saat ini telah menikmati pekerjaan kita. Dan, apakah dengan penghasilan dari pekerjaan kita itu kita telah bisa membantu sesama (keluarga atau orang terdekat). Ataukah, kita bekerja hanya untuk obsesi dan ambisi pribadi kita semata. Saya tak tahu, Anda sendiri yang bisa menjawabnya.

taken from : eramuslim.com 28 september 2006 03:31 p.m

indahnya kebersamaan

“Alhamdulillah.wa syukurillah
bersyukur padaMu ya ALLAH
Kau jadikan kami saudara
indah dalam kebersamaan”
[ Alhamdulillah – Opick ]

Wah nggak nyangka kmren bener-bener bisa ngerasain “kenyataan” indahnya berbuka puasa
Abis seharian kepanasan dan kelaparan (cieeh..klo yang ini agak hiperbol) akhirnya jam menunjukkan pukul 6.00 p.m, maka bersiap-siap lah gw mencari masjid ‘target’ buka puasa =)
abis nanya sana sini, akhirnya dikasi tau klo dket rumah ada masjid yang nyediain bukaan, then here i go, jalan kesana kira2 cm lima menit
mpe mesjid langsung bingung “Loh, koq kosong..piye iki?”, eh ternyata tempat buka puasanya gak di dalem mesjid, tapi di sebelah mesjid, dsitu ada tenda besar yang khusus buat ‘menampung’ para pencari gratisan kya gw ini
Pas pertama kali masuk langsung disambut senyum salah satu panitia, sambil menyapa “Assalamualaikum, min indonesia?” 1)
“Waalaikumsalam, aiwa indonesia” 2)
“Tafadzal ijlis” 3)
sambil ngasi gw 2 biji kurma
Kesan pertama begitu menggoda =P, bis itu gw langsung nyari tempat duduk, trus akhirnya dapet.
Fren, dsni ternyata buka bersma bukan nasi bungkus kaya d masjid kampus, tapi buryani 4) yang ditaruh di piring gede gitu (seukuran tampah lah), 1 piring buat 3 mpe 4 orang gitu..dan yang lebih asiknya dimakan bareng2 pake tangan (kebayang kan serunya gmn rebutan ayam hahaha), gak cukup itu, ternyata selain buryani masih ada menu-menu laen yang ditaruh di piring-piring gede juga, ada harits 5), hubus 6), rus bil laban 7)..pokoknya enak2 lah..blom cukup itu tiap orang masih dikasi sepiring kurma (sepiring geto lohh..), laban drink 8) plus pisang sebiji rame dah..!!!
baidewai temen makan gw trnyta orang bangladesh, yang lebih lucu lg dy bisa bahasa indonesia (haha..seru kan?)
kaifa haluk?ente min indonesia?” 9)
“na’am indonesia, ente?” 10)
“ana bangladi, sapa nama?”
(Hahh..kaget gw ditanya pake bhs.indo)
nama saya fachry, kif ente kalam bil lughotil indonesia?” 11)
“saya 6 tahun di malaysia, di johor baru, dekat dr indo”

Wahh..tetangga trnyata rek, trus akhirnya kita ngbrol2 d pake bhs.indo d..hehehe tak kusangka begitu sempit dunia

“Allahu Akbar..Allahu Akbar…”
pas adzan berkumandang, langsung aja kami sikat tuh buryani, enakk rek..tp yg lebih seru krna mkn rame2 itu, ayam sepotong utuh abis deh kita sikat betiga, sambil dicampur2 ma makanan2 yang namanya br gw denger sekali seumur hidup

ALhamdulillah..*Nyess banget dahh!! ‘nonjok’ banget ramadaN dsni*

“Allahu akbar, bismillahirrahmannirrahiim..alhamdulillahirrabbil’alamiin..ArRahmaan nirrahiim..mailiki yaumiddiin..” – Al Fatihah by Imam fulan ibn fulan

Lari-lari-nya para jamaah solat biar gak telat satu reka’at jg jadi pemandangan yang ‘seru’ ditambah lantunan tartil imam yang gak kalah indah ma yang di masjidil haram juga bakalan jadi unforgettable moment

gak terasa ada air mata yang netes, karena gw bener2 ngerasain kebahagiaan yang amat sangat (klimaks euy..!!) bisa dapet kesempatan ‘langka’ ini..ngerasain berbagi bersama sebagai sesama muslim, mo dari indo kek, india kek, arab kek, bangladesh kek..kulit putih lah, item lah, WE ARE ALL THE SAME…

Duhh..alangkah indahnya kebersamaan ini..Thanks ya ALLAH

“Di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang
Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bungaan yang harum baunya
Maka ni’mat Tuhanmu mana kah yang kamu dustakan?”
(Ar Rahmaan : Sang Maha Pemurah : 55 : 11-13)

DAn betul, nikmat mana lagi yang mw kita dustain?

note :
1) “Ass..dari indonesia?”
2) “Wals..Yup Indonesia”
3) “Monggo..silakan duduk”
4) semacam nasi goreng bumbu pake ayam goreng
5) bubur gandum yang dimasak pake kaldu kambing
6) roti cane pake kare kambing
7) bubur susu
8) susu onta, tapi kecut kaya susu basi, ternyata dah dikasi campuran bwt yoghurt..yieekkss
9) “Pa kabar? dari indonesia ya?”
10) “Yoi dunk Indonesia, klo lo?”
11) “nama gw fachry, klo lo bisa bhs.indo?”

Yusuf Islam : Paus harus contoh Gandhi

Penyanyi Yusuf Islam juga menyatakan keprihatinannya atas pernyataan Paus. Mantan penyanti pop yang lebih dikenal dengan nama Cat Steven ini mempertanyakan ajaran teologi Katolik bahwa perkataan Paus adalah hal yang mutlak dan tidak pernah salah.”Pada suatu ketika, saya pernah meyakini bahwa Paus adalah manusia sempurna,” ujarnya pada stasiun televisi BBC mengenang kembali saat ia bersekolah di sekolah Katolik.

AFP menyebutkan, teologi Katolik Roma memang menyebutkan bahwa seorang Paus tidak bisa melakukan kesalahan dalam mengajarkan keyakinan atau moral.

“Karena interpretasinya tentang Islam, ia (Paus) seharusnya membaca tentang Gandhi dan melihat apa komentar Gandhi tentang Islam,” sambung Yusuf Islam. Menurutnya, Paus selayaknya melihat ke tempat-tempat lain jika ia ingin mengambil kutipan.

Mahatma Gandhi dalam Young India, 1922 memberikan komentarnya tentang Islam sebagai berikut, “Saya ingin mengetahui tentang manusia paling berpengaruh dalam hati jutaan umat manusia… Saya semakin bertambah yakin bahkan kemenangan yang didapat oleh Islam pada masa-masa itu bukanlah dari ayunan pedang. Kemenangan itu buah dari kesederhanaan Nabi yang gigih, keikhlasan Nabi yang telah mencapai puncaknya, kehati-hatian terhadap semua amanat yang diembannya, pengabdian yang mendalam terhadap para sahabat dan pengikutnya, keberaniannya, ketidaktakutannya, keyakinan yang sempurna terhadap Tuhan dan misinya. Inilah semua dan bukanlah jalan pedang yang mengatasi semua halangan-halangan itu. Ketika saya menyelesaikan Bab ke-dua dari biografi sang Nabi, saya menyesal: sudah tidak ada lagi kedupan agung lain yang bisa saya pelajari.”

Meski demikian Yusuf Islam menyatakan ia menghormati Paus dan posisinya, dan ia yakin Paus sudah menarik kembali pernyataannya untuk kebaikan semua.

TaMu itu telah Tiba

“Akan datang kepadamu bulan Ramadhan, penghulu seluruh bulan.
Marhaban (Selamat Datang) kepadanya dan mudah-mudahan kita
semua jadi ahli keluarganya. Bulan Puasa datang dengan membawa
segala keberkahan. Maka alangkah mulianya tamu yang akan tiba itu”
(H.R.Thabrani)

WOi..temen-temen
Alhamdulillah sembah sujud terhaturkan pada ALLAH GUsti Ingkang ngreksa Jagad
krn dah mempertemukan kita smua dengan RamadhanNya (lagi)
Gak terasa ya..dah setaun ane pisah ma Ramadhan, terakhir puasa ya msh di kontrakan 9C dulu..hehehe..yang kadang2 suka telat saur, nyari gratisan buka di maskam, maen BingO mpe mw sahur hehehe
kenangan-kenangan seru itu mudah2an bisa keulang lg dsni walopun (tentunya) dengan orang-orang yang berbeda..yang penting semangatnya bungg..
klo kmren masih bnyak maen2nya daripada ibadahnya, mudah2an taun ini bisa lebih baik lahh..
Bakalan sayang banget klo puasa kali ni juga kelewat gitu aja..padahal kan ni adalah sarana kita buat ngehapus dosa2 yang…(duhh…malu krn gak keitung banyaknya)
at Last, sebelum puasa ane minta maaf ke temen-temen smua klo dah banyak banget bikin salah dan InsyaALLAH kesalahan temen2 dah ane maapin..0 – 0 dah pokoknya hehehe
Mudah2an Ramadhan kali ini nggak lewat gitu aja dan bisa ngasi manfaat dan pengelaman spiritual yang nggak bakalan dilupain seumur hidup (Amiin..)

Met RamaDhan Buat Smuanya..!!

“Tuhan..dosaku menggunung tinggi
tapi rahmat-Mu melangit luas
Tuhan, walau tobat sering kumangkir
tapi pengampunan-Mu
tak pernah bertepi
bila, selangkahku rapat pada-Mu

seribu langkah
Kau rapat padaku”
(The Zikr)