Category: Rada Mikir

Mencari Cahaya

“Memegang agama ini di saat sekarang ini, bagaikan memegang bara api, semakin kau pegang kuat, semakin panas terasa, tetapi jika kau lepaskan, maka cahaya itu akan hilang” – Anonymous

kalimat di atas masih selalu terngiang-ngiang di kepala saya hingga detik ini, kalimat yang bercerita tentang pentingnya untuk tetap istiqamah beriman di jalanNya, meskipun harus tertatih-tatih dan terluka.

Apa pasal?

Seorang kawan pernah bercerita, bahwa bersyukur itu tidak cukup dengan berterima kasih saja pada Tuhan, tidak cukup dengan mengucap “Alhamdulillah” saja kepada Tuhan, rasa syukur itu harus dibuktikan, harus dijalankan dengan menjalankan perintah-perintahNya, harus diikuti dengan ketundukan mengabdi kepadaNya, dengan tulus dan ikhlas

Begitu juga cinta..

Pernahkah kawan kita berpikir, bagaimana kita membuktikan cinta padaNya?

seorang Ibrahim alaihissalam telah memberikan kita banyak pelajaran tentang pembuktian cinta, seorang ayah yang telah meninggalkan lama anaknya hingga pada akhirnya dipertemukan, belum cukup waktu untuk rindu tercurah, sudah diperintah lagi untuk menyembelih anak tercinta itu..sungguh bisa kah kau bayangkan betapa berat ujian itu?

apakah Ibrahim a.s ikhlas? (more…)

Advertisements

Sang Guru

Tergagap aku…

itu kali pertama aku berdiri di depan makammu, semua do’anya sudah kuhafal..tetap saja aku tergagap..hanya butir-butir waktu seribu lima ratus tahun yang terangkai-rangkai dalam untaian tari di pelataran kalbu..sebab serumulah yang membawaku kesini

Berdiri! berdirilah saudaraku! beri hormat pada lelaki ini! Berdirilah! ucapkanlah shalawat untuknya. Dialah tuan seluruh anak cucu Adam. Dialah pemimpin semua Nabi dan Rasul. Dialah yang hadir di penghuju sejarah Persia dan Romawi, di waktu kedua imperium itu mendekati jurang. Dialah yang menyelamatkan manusia dari kehancuran.

Dialah sang guru, Coba cari semua sisi kepahlawanan pada semua pahlawan yang mengisi ruang sejarah. lalu kumpulkan semuanya. Nanti kau temukan semua itu dalam diri sang guru yang terbaring tenang di hadapanku ini. kebaikan yang berserakan pada seluruh pahlawan menyatu ajeg dalam dirinya sendiri

Sendiri pada mulanya dia menyeru, Lalu lebih dari seratus ribu sahabat yang ia tinggalkan saat wafat, sendiri pada mulanya ia melawan. lantas ada enam puluh delapan pertempuran yang ia komandani. Tak punya apa-apa saat ia lahir.Lalu ada kekuasaan seluruh jazirah Arab yang ia wariskan saat ia wafat.

tapi apa yang lebih agung daripada itu adalah seruannya. sampai juga akhirnya cahaya itu pada kita. sekarang ada lebih dari satu koma tiga milyar manusia muslim yang menyebut namanya setiap saat. Seperti kakeknya, Ibrahim, yang pernah berdo’a : hadirkanlah segenap jiwa muslim ini ke rumahMu ya ALLAH! seperti itu jua ia berseru : jumlahmu yang banyak itu lah kebanggaanku di hari kiamat.

Cinta, itu lah sebabnya, Ia mencintai semua manusia. Ia mau melakukan apapun untuk menghadirkan damai, selamat dan bahagia bagi manusia. Cintalah yang membuatnya mampu menampung segala keluh di dalam hatinya. Di hatinya yang lapang engkau boleh menumpahkan segala keluh dan harapmu, makin lama kau di sisinya, makin dalam cintamu padanya. waktu lah yang akan membuka tabir keagungannya satu-satu padamu.

Mungkin bukan itu benar yang membuatnya jadi teramat agung. Ada yang lebih agung dari sekedar itu. Ia bukan hanya hebat.bukan hanya pahlawan. Dia juga melahirkan banyak pahlawan. Dia tidak hanya menjadi sesuatu. Dia juga menjadikan orang lain di sekitarnya sesuatu, Orang lain hanya jadi pahlawan, orang-orang lain hanya mencatat kepahlawanannya, mereka tidak menjadi apa-apa.

Bangkit di tengah orang-orang yang buta huruf, berserakan, nomaden, tidaklah mudah meyakinkan mereka menerima apa yang dia bawa. Menyatukan mereka apalagi. Menjadikan mereka pemimpin apalagi. Tapi begitulah kejadiannya : ia merakit kembali kepribadian mereka, menyatukan mereka. Lalu jadilah para penggembala kambing itu pemimpin-pemimpin dunia. Pada mulanya adalah embun, Laut kemudian akhirnya. Dari embun ke laut : terbentang riwayat kepahlawanan yang agung.

“Assalamu’alaika Ya Rasulullaaah..”

– dikutip dari “Mencari Pahlawan Indonesia” – Anis Matta

Back to the start

kadang menulis menjadi hal yang ngangeni, terutama bagi saya yang hampir 2 bulan lebih absen dari jagad maya, tetapi entah kenapa, pada akhirnya saya jadi bingung mw nulis apa..

terkadang ide-ide itu sudah berkumpul di batok kepala saya ni, ngumpul dan siap ditelurkan, tapi karena mawut dan nggak jelas dan serba berantakan, akhirnya ide, sumpah serapah dan mimpi-mimpi ini masih berhenti sampai tahap konsep saja..

sejuta pengalaman dan cerita yang selama ini terjadi sesaat menjadi sulit untuk diceritakan, hanya mudah dipahami dan dirasakan sendiri saja, dan mendadak berhenti ndak mau keluar menjadi sebuah tulisan

yaah, mungkin kini saatnya menyegarkan kembali pikiran, menata kembali suasana hati, menyusun ulang rencana-rencana besar, mengembalikan suasana kota dan kuliah yang penuh gairah, bukannya terbuai dengan nuansa desa nan permai di masa KKN kemaren

Huaahh..dan semuanya kembali ke kebiasaan lama, ngumpul2 sampe pagi di warung-warung kopi, duduk kaki naik satu di burjo, ngakak bersama di angkringan, dan yang pasti kembali membuka binder, mengisinya dengan loose leaf, mencari referensi di jagad dotcom dan sebagainya..dan sebagainya..

Dan..saya pun mencoba kembali ke blog saya

Hidupku yang (lagi) aneh

akhir-akhir ini hidup saya jadi agak aneh..

semuanya berjalan dengan sangat tidak teratur, mulai dari pola tidur dulu deh, gara-gara efek Euro2008 yang lagi booming 2 mingguan ini, saya jadi pegadang yang setia, walaupun sebenarnya tujuan utama ya cuma nonton Italia, tapi karena sok idealis nggak mw ketinggalan update berita ala pecandu bola, akhirnya saya juga ngikutin permainan tim-tim lainnya, mulai dari nonton tim-tim semenjana macam Polandia dan Yunani, sampe melek pas Italia maen, yang berujung efek negatif hehehe..kemaren gara-gara kelewat emosi nonton dua pertandingan nempe Italia (pas dihajar kumpeni oranje sama maen lawan drakula ompong dari bukarest), di pertandingan terakhir Italia di Grup C (Lawan Perancis), saya bener-bener mempersiapkan diri, mulai dari ikutan nyanyi national anthem-nya Italia (plus sok tau padahal ngga’ apal 😛 ) sampe niat banget bikin kopi Aceh panas seguci gelas penuh, nah! pas mulai pertandingan aja saya udah ikutan tereak-tereak bak nonton langsung di stadion, ngakak plus hepi bener liat Abidal di-espulso, lompat-lompat histeris pas penaltinya Pirlo masuk, juga misuh-misuh plus deg-degan liat Benzema ngilik-ngilik bek-bek Italia, tapi akhirnya bertepuk tangan bangga pas skor akhir 2-0, nggak lupa sms2an sama Jojie yang jug setia mendukung Azzurrii..eia, ternyata kejadian kemenangan Italia ini cukup mengganggu rekan-rekan se-kos saya yang jadi keganggu nggak bisa tidur nyenyak malem itu hehehe ya maap..piss bro!

Hasilnya? seneng sih..tapi (more…)

Ikatlah ilmu dengan menuliskannya

Beberapa waktu yang lalu, saya ikutan talkshow-nya Andrea Hirata di MPBookPoint, acaranya sudah direncanakan sejak lama, dan as u know magnet Andrea memang dahsyat

walopun kalo sesuai jadwal acara harusnya mulai jam 7, tapi ternyata dari mulai jam 5 orang-orang udah mulai berbondong-bondong dateng kesana, hehehe walopun konsepnya lesehan (karena keterbatasan tempat juga siih) tapi orang-orang tetep aja dateng rame-rame, hmm kalo sesuai list yang udah disiapin MP, orang yang hadir harusnya sekitar 300an orang, tapi kenyataannya masyaolooh rame banget boi, macem-macem, dari yang legal karena punya tiket, sampe yang ngotot masuk walopun ndak punya tiket, alesannya pun macem-macem, ada yang ngaku utusan LSM, ngaku kenalannya owner MP, mpe yang paling lucu ada yang baru tau kalo masuknya pake tiket hehehe..

awalnya acara dibuka oleh grup band etnik SAKSAKE, lumayan menghibur untuk nemenin orang-orang yang udah boring nungguin si Ikal yang nggak dateng-dateng, abis itu ada dialog bareng penulis-penulis baru yang lagi booming (sayangnya saya lupa namanya 😛 ), dialognya ngomongin tentang pentingnya menulis, ada satu hal yang saya catat disini, bahwa memang sekarang ini adalah awal-awal kebangkitan sastra di Indonesia, memang sudah saatnya sastra di Indonesia mulai mengubah arah, dari sastra madzhab selangkangan model ayu utami, djenar dkk ke arah sastra edukatif dan kritis, pun pembaca sudah mulai jengah dengan aksi tulisan vulgar yang mengumbar imajinasi seksual, dan mulai melirik buku-buku yang lebih beradab dan berpelajaran

okay, back to Ikal, setelah dialog ttg sastra vagina vs sastra edukatif itu selesai, akhirnya talkshow yang ditunggu-tunggu itu pun tiba..jreengggg..jreenngg..datang lah si Ikal yang tetraloginya sudah banyak menginspirasi pembacanya itu

dan semua pandangan pun tertuju padanya..

Ikal memulai kisahnya dengan bercerita bahwa talkshow di MP itu adalah talkshownya yang ke 173 dalam rangkaian promo Laskar Pelangi

“Saya sudah 173 kali bercerita tentang Laskar Pelangi, betapa membosankannya” – hahahaha..

hehehe..luar biasa efek buku yang awalnya tanpa rencana akan diterbitkan itu, kumpulan kisah yang pada awalnya hanya ditujukan untuk sang Ibunda guru Muslimah, kini benar-benar melontarkan Andrea Hirata ke puncak kesuksesan

Namun (more…)

In PAS We trust

ni bukan mau ikut-ikutan temen-temen Punk yang punya tema InPunkWeTrust, cuman lagi keinget aja sama tulisan di kaos salah satu temen crew PAS Band yang kemaren ikutan ribet ngurusin konser di terminal bus Sukoharjo

ngomong-ngomong soal PAS band, saya sebenernya harus berterimakasih pada (more…)

But they don’t know what it means!!

“…He’s the one who likes all the pretty songs
And he likes to sing along
And he likes to shoot his gun
But he knows not what it means
He knows not what it means!! 
He knows not what it means!!
He knows not what it means!!
And I say aahh…”

Ada yang tau lagu siapa di atas? beberapa hari ini saya lagi seneng-senengnya ngedengerin lagi lagu-lagunya band yang nyanyiin lagu di atas, sambil mengenang kembali betapa berartinya lirik-lirik lagu tersebut bagi saya

Lirik di atas adalah potongan dari lagu yang judulnya In Bloom, salah satu lagu di album legendaris nirvana NeverMind. Sebenernya lagu di atas bukan salah satu lagu favorit di album tersebut, masih kalah populer lah kalo dibandingin sama Smells Like Teen Spirits, Come As You Are atau Lithium, tapi ada hal menarik yang pengen saya bahas tentang lagu di atas.

Penjualan album Nevermind yang meledak di pasaran bener-bener mengubah hidup trio Seattle ini, yang bikin mereka terkenal setengah mati saat itu, hingar bingar musik glamour-Rock saat itu yang dipimpin oleh Guns n Roses serta merta diguncang oleh gaya gembel anak-anak Seattle yang mainin musik seperti ala kadarnya, gaya gondrong glamour khas Rock tiba-tiba diganti oleh setelan gembel dan musik grunge Nirvana, dan dunia pun terperangah.

Tetapi sayangnya kepopuleran itu tidak membuat Nirvana, terutama Kurt Cobain jadi bahagia, bahkan sebaliknya, culture-shock yang dialami Cobain membuatnya depresi, kepopuleran yang mendadak itu membuatnya kehilangan kendali, dia kecewa dengan para fansnya yang ‘hanya’ mampu ikut ikutan bernyanyi dan berjingkrak
 

 “…He’s the one who likes all the pretty songs
And he likes to sing along
And he likes to shoot his gun”

Tanpa mengerti apa maksud di balik lagu-lagu mereka
 

“But he knows not what it means
He knows not what it means!!”

Lirik Nirvana yang kebanyakan sulit dimengerti membuat fans lebih memikirkan berjingkrak saja tanpa mencoba memahami apa arti lagu, dengan musik yang penuh energi semacam itu sepertinya sudah tidak penting lagi untuk memahami makna di balik itu.

Padahal kebanyakan lirik absurd Cobain itu penuh dengan arti, bahkan pada suatu konsernya Cobain pernah berdandan seperti wanita sebagai bentuk protesnya terhadap kaum gay. Di saat lain, dia menuliskan kepedihannya terjangkit narkoba dalam lagu Lithium, protes terhadap perselingkuhan pada Where did you sleep last night, dan bukti cintanya pada istrinya pada Heart Shaped Box dll.

Kekecewaan jenius (atau ketidakwarasan?) Cobain itu terlukis dari hilangnya soul dari setiap penampilannya di konser-konser terakhir menjelang kematiannya, bahkan di surat terakhirnya dia mengatakan
 

“the fact is i can’t fool you, anyone of you. It isn’t simply fair to you or me, the worst crime i can think of would be a trip people off by faking it and pretending as if i having 100% fun”

Dia terpaksa berpura-pura menikmati pertunjukan itu, berpura-pura dan berpura-pura..
Hingga pada tanggal 8 April pagi di Tahun 1994, tubuhnya ditemukan tak bernyawa, dengan sebuah lubang di kepalanya, polisi mengatakan dia telah meninggal 3 hari sebelumnya.

Dan pada penghormatan terakhir Cobain, Krist Novoselic (bassist Nirvana) berkata :
Kita kenang Kurt apa adanya, perhatian, murah hati, dan baik. Mari kita kenang musiknya. Kita tidak akan pernah kehilangan lagunya. Kurt menghormati fansnya dengan kode etik yang berdasar prinsip punk-rock. Tidak ada band yang spesial, tidak ada royalti pemain, kalau kamu punya gitar dan keinginan yang kuat, mainkanlah musik apa saja dan lakukanlah sungguh-sungguh-You’re the star!, mainkanlah nada dan irama yang paling manusiawi. Musik itu sendiri. Itu yang ingin dikatakan Kurt pada kita, mainkanlah dari hatimu, dan disanalah musik akan abadi

..rest in peace Kurt..

Nirvana forever…