Category: Rada Mikir

Europe Trip Part 1 : CGK to Schipol

Tulisan ini, harusnya sudah dituliskan 2 tahun yang lalu – ketika masih hangat-hangatnya, ketika ingatan masih segar-segarnya. Bukan sekarang, ketika sudah banyak yang lupa.

Tapi apalah daya, bersembunyi di balik alasan waktu, saya simpan cerita ini hanya di pikiran saya saja. Hingga akhirnya seseorang memintaku untuk menceritakannya padamu.

Baiklah.

Ceritanya, 2011 lalu. Ada 2 orang (more…)

Pomodoro

Pertama kali denger istilah ini dari Didiet, kesan awal langsung keinget sama nama warung sate ๐Ÿ˜€ *itu sih Podomoro kalee

Pomodoro sendiri arti harfiahnya adalah tomat, berasal dari bahasa italia, nggak ada alasan yang ilmiah selain karena penemu teknik ini adalah seorang italiano

Teknik ini cukup simpel, mirip dengan fungsi timer yang memberikan kita limit dalam mengerjakan sesuatu, tujuannya jelas untuk mendukung kita untuk getting things done dalam waktu yang terbatas

Ada 5 proses yang ada di teknik ini (more…)

Intro

Hello..i’m back

Sudah bertahun-tahun yang lalu sejak saya terakhir posting di blog ini ๐Ÿ˜€ iseng membuka account WP dan ternyata masih aktif

kebetulan? ndak juga sih, ceritanya begini..

Kemaren pas lagi beberes kamar, saya nemuin buku kecil yang setiap awal tahun selalu saya isi dengan target, mimpi, visi dan harapan dalam setaun ke depan – di halaman yang bertuliskan “Misi 2011” ada salah satu poin yang berkata “Kembali ngeblog, berbagi melalui tulisanmu”

Dan semoga blog post ini bisa memulai posting-posting selanjutnya yang (semoga) bisa bermanfaat

#demikian

Bersiap untuk Menghebat

Sebelumnya, saya ingin mengucapkan selamat tahun baru, baik Hijriah maupun Masehi, buat semuanya..hehehe walaupun udah telat, tapi gpp lah ya..soalnya baru sempet posting juga hehe ๐Ÿ˜›

awal tahun ini saya mulai dengan merayakan bersama kawan-kawan dan keluarga di AngkringQ Cafe, tempat makan hasil keroyokan bersama oknum-oknum pecinta nongkrong yang bersekutu membentuk tempat nongkrong baru dengan konsep berbeda, hehe oia silakan mampir ke AngkringQ Cafe di Jalan Pandega Satya No.10 Jakal Km 5,8 Jogja

Next, hari kedua dan selanjutnya mulai lebih rapi terisinya, entah kenapa tahun 2009 ini saya sambut dengan agak berbeda dengan penyambutan tahun-tahun sebelumnya, saya merasa di tahun 2009 ini lah turning point saya akan terjadi, banyak peristiwa besar hidup yang akan terjadi di tahun 2009 ini, mulai dari skripsi yang tentunya akan berujung pada proses hilangnya status saya sebagai mahasiswa a.k.a lulus, kemudian ke masalah pekerjaan, masalah kehidupan, kualitas diri , Pemilu 2009 (hehehe apa hubungannya?) dan masih banyak beberapa hal

dan semuanya itu tentunya harus kita hadapi dengan perencanaan yang lebih jelas, istilah kerennya tuh Resolusi 2009, karena seperti kata Aa’ Gym “Gagal Merencanakan Berarti Merencanakan Gagal”, hohoho terbius oleh (more…)

Terus Melangkah

Err..sebelum saya memulai postingan ini, sebelumnya saya ingin mengumumkan bahwa segala macam permasalahan yang pernah terjadi di postingan sebelumnya alhamdulillah sudah dapat diselesaikan secara kekeluargaan, mudah-mudahan bisa menjadi pembelajaran bagi semua pihak yang terkait, amiin..

ย 

Hmm..sementara kurasakan hidup terasa lebih melegakan setelah pada minggu-minggu sebelumnya beban-beban hidup datang dengan sempurnanya, tugas-tugas di kampus, persiapan seminar proposal, kerjaan yang ditunda-tunda, deadline yang semakin mepet, dan beberapa hal yang saya hanya bisa menunggu saja, karena segala upaya sudah dilakukan dan tinggal berdo’a, berdo’a dan berdo’a (Keep Praying my boi’s.. ๐Ÿ™‚ ), dan minggu ini beberapa sudah terlewati, dan akhirnya saya bisa sedikit merenggangkan otot-otot, menerima undangan makan-makan, dan kembali ke lapangan hijau futsal yang saya rindukan

begitu pula dengan suasana hati yang semakin membaik, masalah-masalah sudah mulai menemukan jalan penyelesaiannya masing-masing, komunikasi semakin terjaga, ruang-ruang rindu mulai buka pintu dan saya pun mulai menyadari betul bahwa sesungguhnya bersamaย kesulitan itu ada kemudahan, yang penting bagaimana kita bersabar dalam menghadapi kesulitan itu, yaah saya pun harus masih banyak belajar tentang sabar ini, sehingga selanjutnya bisa lebih ikhlas dalam berperilaku

sekarang..saatnya memilin kembali benang-benang yang kemarin sempat kusut berkisut, saatnya merapikan retak-retak dan repihan, saatnya mencuci baju-baju yang kotor, membersihkan debu-debu di sudut-sudut lemari, dan menata buku-buku yang bergeletakan, tak terasa 2 minggu lagi teori-teori perkuliahan akan lunas terlahap, dan saatnya menginjak ke langkah akhir dari perjalanan perkuliahan, sebuah kata legendaris yang kadang menggetarkan dan memojokkan, yang menjadi bukti keabsahan mahasiswa untuk menahbiskan dirinya menjadi seorang sarjana, sebuah kata yang kadang dihindari, tidak disukai, tapi harus diselesaikan, kata itu adalah Skripsi!

hingga akhirnya saya berhenti pada titik tanpa ada pilihan lain kecuali segera menyelesaikannya..

Mohon kiriman do’anya kawan..

semua kembali padaNya

Innalillahi wa inna ilaihi raji’uun..

telah berpulang ke Rahmatullah, Imam Samudra, Amrozi dan Mukhlas..


terlepas dari kontroversi mereka dan perbuatan khilaf yang mungkin pernah mereka lakukan, mereka tetaplah bagian dari persaudaraan Islam ini..

mari sejenak kita kirimkan do’a..semoga ALLAH menerima mereka bertiga di sisiNya..

amiin..

Mencari Cahaya

“Memegang agama ini di saat sekarang ini, bagaikan memegang bara api, semakin kau pegang kuat, semakin panas terasa, tetapi jika kau lepaskan, maka cahaya itu akan hilang” – Anonymous

kalimat di atas masih selalu terngiang-ngiang di kepala saya hingga detik ini, kalimat yang bercerita tentang pentingnya untuk tetap istiqamah beriman di jalanNya, meskipun harus tertatih-tatih dan terluka.

Apa pasal?

Seorang kawan pernah bercerita, bahwa bersyukur itu tidak cukup dengan berterima kasih saja pada Tuhan, tidak cukup dengan mengucap “Alhamdulillah” saja kepada Tuhan, rasa syukur itu harus dibuktikan, harus dijalankan dengan menjalankan perintah-perintahNya, harus diikuti dengan ketundukan mengabdi kepadaNya, dengan tulus dan ikhlas

Begitu juga cinta..

Pernahkah kawan kita berpikir, bagaimana kita membuktikan cinta padaNya?

seorang Ibrahim alaihissalam telah memberikan kita banyak pelajaran tentang pembuktian cinta, seorang ayah yang telah meninggalkan lama anaknya hingga pada akhirnya dipertemukan, belum cukup waktu untuk rindu tercurah, sudah diperintah lagi untuk menyembelih anak tercinta itu..sungguh bisa kah kau bayangkan betapa berat ujian itu?

apakah Ibrahim a.s ikhlas? (more…)

Sang Guru

Tergagap aku…

itu kali pertama aku berdiri di depan makammu, semua do’anya sudah kuhafal..tetap saja aku tergagap..hanya butir-butir waktu seribu lima ratus tahun yang terangkai-rangkai dalam untaian tari di pelataran kalbu..sebab serumulah yang membawaku kesini

Berdiri! berdirilah saudaraku! beri hormat pada lelaki ini! Berdirilah! ucapkanlah shalawat untuknya. Dialah tuan seluruh anak cucu Adam. Dialah pemimpin semua Nabi dan Rasul. Dialah yang hadir di penghuju sejarah Persia dan Romawi, di waktu kedua imperium itu mendekati jurang. Dialah yang menyelamatkan manusia dari kehancuran.

Dialah sang guru, Coba cari semua sisi kepahlawanan pada semua pahlawan yang mengisi ruang sejarah. lalu kumpulkan semuanya. Nanti kau temukan semua itu dalam diri sang guru yang terbaring tenang di hadapanku ini. kebaikan yang berserakan pada seluruh pahlawan menyatu ajeg dalam dirinya sendiri

Sendiri pada mulanya dia menyeru, Lalu lebih dari seratus ribu sahabat yang ia tinggalkan saat wafat, sendiri pada mulanya ia melawan. lantas ada enam puluh delapan pertempuran yang ia komandani. Tak punya apa-apa saat ia lahir.Lalu ada kekuasaan seluruh jazirah Arab yang ia wariskan saat ia wafat.

tapi apa yang lebih agung daripada itu adalah seruannya. sampai juga akhirnya cahaya itu pada kita. sekarang ada lebih dari satu koma tiga milyar manusia muslim yang menyebut namanya setiap saat. Seperti kakeknya, Ibrahim, yang pernah berdo’a : hadirkanlah segenap jiwa muslim ini ke rumahMu ya ALLAH! seperti itu jua ia berseru : jumlahmu yang banyak itu lah kebanggaanku di hari kiamat.

Cinta, itu lah sebabnya, Ia mencintai semua manusia. Ia mau melakukan apapun untuk menghadirkan damai, selamat dan bahagia bagi manusia. Cintalah yang membuatnya mampu menampung segala keluh di dalam hatinya. Di hatinya yang lapang engkau boleh menumpahkan segala keluh dan harapmu, makin lama kau di sisinya, makin dalam cintamu padanya. waktu lah yang akan membuka tabir keagungannya satu-satu padamu.

Mungkin bukan itu benar yang membuatnya jadi teramat agung. Ada yang lebih agung dari sekedar itu. Ia bukan hanya hebat.bukan hanya pahlawan. Dia juga melahirkan banyak pahlawan. Dia tidak hanya menjadi sesuatu. Dia juga menjadikan orang lain di sekitarnya sesuatu, Orang lain hanya jadi pahlawan, orang-orang lain hanya mencatat kepahlawanannya, mereka tidak menjadi apa-apa.

Bangkit di tengah orang-orang yang buta huruf, berserakan, nomaden, tidaklah mudah meyakinkan mereka menerima apa yang dia bawa. Menyatukan mereka apalagi. Menjadikan mereka pemimpin apalagi. Tapi begitulah kejadiannya : ia merakit kembali kepribadian mereka, menyatukan mereka. Lalu jadilah para penggembala kambing itu pemimpin-pemimpin dunia. Pada mulanya adalah embun, Laut kemudian akhirnya. Dari embun ke laut : terbentang riwayat kepahlawanan yang agung.

“Assalamu’alaika Ya Rasulullaaah..”

– dikutip dari “Mencari Pahlawan Indonesia” – Anis Matta

Back to the start

kadang menulis menjadi hal yang ngangeni, terutama bagi saya yang hampir 2 bulan lebih absen dari jagad maya, tetapi entah kenapa, pada akhirnya saya jadi bingung mw nulis apa..

terkadang ide-ide itu sudah berkumpul di batok kepala saya ni, ngumpul dan siap ditelurkan, tapi karena mawut dan nggak jelas dan serba berantakan, akhirnya ide, sumpah serapah dan mimpi-mimpi ini masih berhenti sampai tahap konsep saja..

sejuta pengalaman dan cerita yang selama ini terjadi sesaat menjadi sulit untuk diceritakan, hanya mudah dipahami dan dirasakan sendiri saja, dan mendadak berhenti ndak mau keluar menjadi sebuah tulisan

yaah, mungkin kini saatnya menyegarkan kembali pikiran, menata kembali suasana hati, menyusun ulang rencana-rencana besar, mengembalikan suasana kota dan kuliah yang penuh gairah, bukannya terbuai dengan nuansa desa nan permai di masa KKN kemaren

Huaahh..dan semuanya kembali ke kebiasaan lama, ngumpul2 sampe pagi di warung-warung kopi, duduk kaki naik satu di burjo, ngakak bersama di angkringan, dan yang pasti kembali membuka binder, mengisinya dengan loose leaf, mencari referensi di jagad dotcom dan sebagainya..dan sebagainya..

Dan..saya pun mencoba kembali ke blog saya