Author: @fachrybafadal

Memaknai Persahabatan

*) Postingan ini diinspirasi oleh seorang sahabat yang kmren masih berkenan mengantarkan saya ke RS malam-malam untuk berobat, walaupun sahabat saya ini pun sudah sangat kelelahan..Thx My BigBro..dan gambar ini nggak ada hubungannya sama sekali sama sahabat saya itu..gambar ini cuma gambar lama yang nggak tau kenapa pengen saya liatin hehehe

ngomongin soal persahabatan, saya jadi inget sms dari teman saya ini, sms yang menggelitik dan nakal, cuman paling nggak bener-bener memancing senyum bahkan tawa

Friendship is like peeing in your pants

Everyone can see it

But only you can feel its true warmth

Thanks for being pee in my pants

Hehehe..saya jadi geli sendiri kalo membaca sms ini..

Kehangatan khas persahabatan itu memang kadang hanya kita sendiri yang bisa merasakannya, bahkan saat semua orang bisa melihatnya, bisa jadi orang melihat persahabatan kita dengan sahabat kita itu terasa akrab dan menggelora, walaupun pada kenyataannya kita merasakan hampa disitu

Sebaliknya, bisa jadi persahabatan kita dan sahabat kita terasa garing, jarang bertemu, jarang ada tawa, tapi bisa jadi pula kehangatan yang kita rasa saat bertemu dengannya

dalam suatu bukunya, GUE NEVER DIE, Ustadz Salim A. Fillah pernah bercerita tentang level-level persahabatan, tentang sejauh mana cara kita bersahabat, dan beliau membaginya menjadi 4 level persahabatan , yaitu (more…)

Amor Vincit Omnia

Amor vincit omnia..Love conquers all.

CInta akan menaklukkan segalanya..

di sini cinta ‘berbicara’ menjadi sang penakluk, yang ditaklukkan pun bukan hanya gunung ‘tuk didaki atau lautan ‘tuk diseberangi, bahkan lebih dari itu semuanya, seringkali jiwa lah yang dibuat takluk oleh cinta, seperti kata Kahlil Gibran :

“Bila cinta memanggilmu

ikutlah meski jalan yang kalian tempuh terjal dan berliku

dan bila sayap-sayapnya merengkuhmu,

pasrah dan menyerahlah meski pedang yang tersembunyi di balik sayap itu akan melukaimu”

Ketika jiwa sudah takluk, maka semua anggota tubuh akan tunduk menarikan buaian melankolik, seperti Jiwa Romeo dan Juliet, yang mengkanak-kanak cengeng, mungkin saja lautan terseberangi, mungkin gunungnya yang tinggi terdaki, tapi jiwa mereka takluk menunduk, Romeo tampak tolol di hadapan Count Paris, rivalnya, dan lemas tak berdaya di depan Tuan Besar Capulet, dan dia pun mengecewakan Pastor Lorenzo dengan keputusasaannya, hingga akhirnya jiwa yang takluk oleh cinta itu tak jauh dari quote terkenal Ti Pat Kai, babi gendut sahabat Sun Go Kong si Kera Sakti

“Dari dulu beginilah cinta, deritanya tiada akhir”

Gangguan jiwa ala Romeo ini dijelaskan oleh Ustadz Fauzil ‘Adzim dalam (more…)

Mencari Cahaya

“Memegang agama ini di saat sekarang ini, bagaikan memegang bara api, semakin kau pegang kuat, semakin panas terasa, tetapi jika kau lepaskan, maka cahaya itu akan hilang” – Anonymous

kalimat di atas masih selalu terngiang-ngiang di kepala saya hingga detik ini, kalimat yang bercerita tentang pentingnya untuk tetap istiqamah beriman di jalanNya, meskipun harus tertatih-tatih dan terluka.

Apa pasal?

Seorang kawan pernah bercerita, bahwa bersyukur itu tidak cukup dengan berterima kasih saja pada Tuhan, tidak cukup dengan mengucap “Alhamdulillah” saja kepada Tuhan, rasa syukur itu harus dibuktikan, harus dijalankan dengan menjalankan perintah-perintahNya, harus diikuti dengan ketundukan mengabdi kepadaNya, dengan tulus dan ikhlas

Begitu juga cinta..

Pernahkah kawan kita berpikir, bagaimana kita membuktikan cinta padaNya?

seorang Ibrahim alaihissalam telah memberikan kita banyak pelajaran tentang pembuktian cinta, seorang ayah yang telah meninggalkan lama anaknya hingga pada akhirnya dipertemukan, belum cukup waktu untuk rindu tercurah, sudah diperintah lagi untuk menyembelih anak tercinta itu..sungguh bisa kah kau bayangkan betapa berat ujian itu?

apakah Ibrahim a.s ikhlas? (more…)

Sang Guru

Tergagap aku…

itu kali pertama aku berdiri di depan makammu, semua do’anya sudah kuhafal..tetap saja aku tergagap..hanya butir-butir waktu seribu lima ratus tahun yang terangkai-rangkai dalam untaian tari di pelataran kalbu..sebab serumulah yang membawaku kesini

Berdiri! berdirilah saudaraku! beri hormat pada lelaki ini! Berdirilah! ucapkanlah shalawat untuknya. Dialah tuan seluruh anak cucu Adam. Dialah pemimpin semua Nabi dan Rasul. Dialah yang hadir di penghuju sejarah Persia dan Romawi, di waktu kedua imperium itu mendekati jurang. Dialah yang menyelamatkan manusia dari kehancuran.

Dialah sang guru, Coba cari semua sisi kepahlawanan pada semua pahlawan yang mengisi ruang sejarah. lalu kumpulkan semuanya. Nanti kau temukan semua itu dalam diri sang guru yang terbaring tenang di hadapanku ini. kebaikan yang berserakan pada seluruh pahlawan menyatu ajeg dalam dirinya sendiri

Sendiri pada mulanya dia menyeru, Lalu lebih dari seratus ribu sahabat yang ia tinggalkan saat wafat, sendiri pada mulanya ia melawan. lantas ada enam puluh delapan pertempuran yang ia komandani. Tak punya apa-apa saat ia lahir.Lalu ada kekuasaan seluruh jazirah Arab yang ia wariskan saat ia wafat.

tapi apa yang lebih agung daripada itu adalah seruannya. sampai juga akhirnya cahaya itu pada kita. sekarang ada lebih dari satu koma tiga milyar manusia muslim yang menyebut namanya setiap saat. Seperti kakeknya, Ibrahim, yang pernah berdo’a : hadirkanlah segenap jiwa muslim ini ke rumahMu ya ALLAH! seperti itu jua ia berseru : jumlahmu yang banyak itu lah kebanggaanku di hari kiamat.

Cinta, itu lah sebabnya, Ia mencintai semua manusia. Ia mau melakukan apapun untuk menghadirkan damai, selamat dan bahagia bagi manusia. Cintalah yang membuatnya mampu menampung segala keluh di dalam hatinya. Di hatinya yang lapang engkau boleh menumpahkan segala keluh dan harapmu, makin lama kau di sisinya, makin dalam cintamu padanya. waktu lah yang akan membuka tabir keagungannya satu-satu padamu.

Mungkin bukan itu benar yang membuatnya jadi teramat agung. Ada yang lebih agung dari sekedar itu. Ia bukan hanya hebat.bukan hanya pahlawan. Dia juga melahirkan banyak pahlawan. Dia tidak hanya menjadi sesuatu. Dia juga menjadikan orang lain di sekitarnya sesuatu, Orang lain hanya jadi pahlawan, orang-orang lain hanya mencatat kepahlawanannya, mereka tidak menjadi apa-apa.

Bangkit di tengah orang-orang yang buta huruf, berserakan, nomaden, tidaklah mudah meyakinkan mereka menerima apa yang dia bawa. Menyatukan mereka apalagi. Menjadikan mereka pemimpin apalagi. Tapi begitulah kejadiannya : ia merakit kembali kepribadian mereka, menyatukan mereka. Lalu jadilah para penggembala kambing itu pemimpin-pemimpin dunia. Pada mulanya adalah embun, Laut kemudian akhirnya. Dari embun ke laut : terbentang riwayat kepahlawanan yang agung.

“Assalamu’alaika Ya Rasulullaaah..”

– dikutip dari “Mencari Pahlawan Indonesia” – Anis Matta

Weww..what a nice place!

Sudah hampir 5 tahun saya tinggal di Jogja, ngekos tepatnya, cuman baru kali ini akhirnya saya menginjakkan kaki di tempat ini, setelah kmren-kmren cuma dapet cerita saja dari si ini, itu, dia dan mereka..

Ullen Sentalu namanya, sebuah museum klasik yang unik, dari tempatnya saja sudah nggak umum, ada di lereng gunung Merapi, Kaliurang, saya memang sudah beberapa banyak kali ke Kaliurang, cuman ya baru kali ini menjejakkan kaki disini

Uniknya, semuanya berasal dari ketidaksengajaan saya buat nemenin temen-temen dari sini yang sedari kemarin sibuk betul mengurus kegiatan Training di kampus Kr.Gayam, dan sejenak mereka ada waktu rehat, akhirnya dimanfaatin buat jalan-jalan. Tujuan pertama adalah Candi Prambanan, tentang situs satu ini, saya yakin temen-temen pasti sudah sangat familiar dengannya, jadi nggak perlu saya bahas disini

Abis jum’atan, baru lah bergerak ke Kaliurang, ternyata hari itu (more…)

Back to the start

kadang menulis menjadi hal yang ngangeni, terutama bagi saya yang hampir 2 bulan lebih absen dari jagad maya, tetapi entah kenapa, pada akhirnya saya jadi bingung mw nulis apa..

terkadang ide-ide itu sudah berkumpul di batok kepala saya ni, ngumpul dan siap ditelurkan, tapi karena mawut dan nggak jelas dan serba berantakan, akhirnya ide, sumpah serapah dan mimpi-mimpi ini masih berhenti sampai tahap konsep saja..

sejuta pengalaman dan cerita yang selama ini terjadi sesaat menjadi sulit untuk diceritakan, hanya mudah dipahami dan dirasakan sendiri saja, dan mendadak berhenti ndak mau keluar menjadi sebuah tulisan

yaah, mungkin kini saatnya menyegarkan kembali pikiran, menata kembali suasana hati, menyusun ulang rencana-rencana besar, mengembalikan suasana kota dan kuliah yang penuh gairah, bukannya terbuai dengan nuansa desa nan permai di masa KKN kemaren

Huaahh..dan semuanya kembali ke kebiasaan lama, ngumpul2 sampe pagi di warung-warung kopi, duduk kaki naik satu di burjo, ngakak bersama di angkringan, dan yang pasti kembali membuka binder, mengisinya dengan loose leaf, mencari referensi di jagad dotcom dan sebagainya..dan sebagainya..

Dan..saya pun mencoba kembali ke blog saya

Hidupku yang (lagi) aneh

akhir-akhir ini hidup saya jadi agak aneh..

semuanya berjalan dengan sangat tidak teratur, mulai dari pola tidur dulu deh, gara-gara efek Euro2008 yang lagi booming 2 mingguan ini, saya jadi pegadang yang setia, walaupun sebenarnya tujuan utama ya cuma nonton Italia, tapi karena sok idealis nggak mw ketinggalan update berita ala pecandu bola, akhirnya saya juga ngikutin permainan tim-tim lainnya, mulai dari nonton tim-tim semenjana macam Polandia dan Yunani, sampe melek pas Italia maen, yang berujung efek negatif hehehe..kemaren gara-gara kelewat emosi nonton dua pertandingan nempe Italia (pas dihajar kumpeni oranje sama maen lawan drakula ompong dari bukarest), di pertandingan terakhir Italia di Grup C (Lawan Perancis), saya bener-bener mempersiapkan diri, mulai dari ikutan nyanyi national anthem-nya Italia (plus sok tau padahal ngga’ apal 😛 ) sampe niat banget bikin kopi Aceh panas seguci gelas penuh, nah! pas mulai pertandingan aja saya udah ikutan tereak-tereak bak nonton langsung di stadion, ngakak plus hepi bener liat Abidal di-espulso, lompat-lompat histeris pas penaltinya Pirlo masuk, juga misuh-misuh plus deg-degan liat Benzema ngilik-ngilik bek-bek Italia, tapi akhirnya bertepuk tangan bangga pas skor akhir 2-0, nggak lupa sms2an sama Jojie yang jug setia mendukung Azzurrii..eia, ternyata kejadian kemenangan Italia ini cukup mengganggu rekan-rekan se-kos saya yang jadi keganggu nggak bisa tidur nyenyak malem itu hehehe ya maap..piss bro!

Hasilnya? seneng sih..tapi (more…)

Devide Et Impera

Beberapa hari ini hampir semua media baik cetak maupun elektronik bercerita tentang peristiwa pembubaran aksi AKKBB di Monas yang didalangi oleh FPI dan beberapa aliansi umat islam lainnya, dan beberapa korban yang jatuh sebagian besar juga berasal dari kalangan umat Islam sendiri, seperti beberapa Kiai dari NU dan tokoh-tokoh Islam yang lain

Miris rasanya melihat pemberitaan seperti itu, dengan dalih ingin membubarkan aksi AKKBB yang disinyalir merupakan representasi Ahmadiyah dan mendapatkan suntikan dana dari Amerika dan Yahudi, FPI bertindak brutal seperti itu, mereka memukul, menendang dan mengeroyok orang-orang yang sedang demo dengan sangat anarkis, bahkan beberapa dari mereka yang dipukul tersebut adalah wanita dan anak-anak,Sungguh saya tak habis pikir apa sebenarnya keinginan mereka

Dalam sebuah berita di Liputan6 pagi beberapa waktu yang lalu, perwakilan dari AKKBB menyatakan bahwa mereka telah terdzalimi dan akan mengambil tindakan hukum terhadap FPI, dan setelah dikonfrontasi dengan pihak FPi, pihak FPi menyatakan bahwa mereka wajar melakukan aksi anarkis seperti itu, karena selama ini AKKBB dianggap telah menyebarkan isu-isu mendukung Ahmadiyah dengan alasan itu adalah kebebasan beragama, Nah, setiap pihak saling klaim dan merasa dirinya paling benar

Jadi siapa yang salah? lanjutin bacanya

Ikatlah ilmu dengan menuliskannya

Beberapa waktu yang lalu, saya ikutan talkshow-nya Andrea Hirata di MPBookPoint, acaranya sudah direncanakan sejak lama, dan as u know magnet Andrea memang dahsyat

walopun kalo sesuai jadwal acara harusnya mulai jam 7, tapi ternyata dari mulai jam 5 orang-orang udah mulai berbondong-bondong dateng kesana, hehehe walopun konsepnya lesehan (karena keterbatasan tempat juga siih) tapi orang-orang tetep aja dateng rame-rame, hmm kalo sesuai list yang udah disiapin MP, orang yang hadir harusnya sekitar 300an orang, tapi kenyataannya masyaolooh rame banget boi, macem-macem, dari yang legal karena punya tiket, sampe yang ngotot masuk walopun ndak punya tiket, alesannya pun macem-macem, ada yang ngaku utusan LSM, ngaku kenalannya owner MP, mpe yang paling lucu ada yang baru tau kalo masuknya pake tiket hehehe..

awalnya acara dibuka oleh grup band etnik SAKSAKE, lumayan menghibur untuk nemenin orang-orang yang udah boring nungguin si Ikal yang nggak dateng-dateng, abis itu ada dialog bareng penulis-penulis baru yang lagi booming (sayangnya saya lupa namanya 😛 ), dialognya ngomongin tentang pentingnya menulis, ada satu hal yang saya catat disini, bahwa memang sekarang ini adalah awal-awal kebangkitan sastra di Indonesia, memang sudah saatnya sastra di Indonesia mulai mengubah arah, dari sastra madzhab selangkangan model ayu utami, djenar dkk ke arah sastra edukatif dan kritis, pun pembaca sudah mulai jengah dengan aksi tulisan vulgar yang mengumbar imajinasi seksual, dan mulai melirik buku-buku yang lebih beradab dan berpelajaran

okay, back to Ikal, setelah dialog ttg sastra vagina vs sastra edukatif itu selesai, akhirnya talkshow yang ditunggu-tunggu itu pun tiba..jreengggg..jreenngg..datang lah si Ikal yang tetraloginya sudah banyak menginspirasi pembacanya itu

dan semua pandangan pun tertuju padanya..

Ikal memulai kisahnya dengan bercerita bahwa talkshow di MP itu adalah talkshownya yang ke 173 dalam rangkaian promo Laskar Pelangi

“Saya sudah 173 kali bercerita tentang Laskar Pelangi, betapa membosankannya” – hahahaha..

hehehe..luar biasa efek buku yang awalnya tanpa rencana akan diterbitkan itu, kumpulan kisah yang pada awalnya hanya ditujukan untuk sang Ibunda guru Muslimah, kini benar-benar melontarkan Andrea Hirata ke puncak kesuksesan

Namun (more…)

In PAS We trust

ni bukan mau ikut-ikutan temen-temen Punk yang punya tema InPunkWeTrust, cuman lagi keinget aja sama tulisan di kaos salah satu temen crew PAS Band yang kemaren ikutan ribet ngurusin konser di terminal bus Sukoharjo

ngomong-ngomong soal PAS band, saya sebenernya harus berterimakasih pada (more…)