Europe Trip Part 1 : CGK to Schipol

Tulisan ini, harusnya sudah dituliskan 2 tahun yang lalu – ketika masih hangat-hangatnya, ketika ingatan masih segar-segarnya. Bukan sekarang, ketika sudah banyak yang lupa.

Tapi apalah daya, bersembunyi di balik alasan waktu, saya simpan cerita ini hanya di pikiran saya saja. Hingga akhirnya seseorang memintaku untuk menceritakannya padamu.

Baiklah.

Ceritanya, 2011 lalu. Ada 2 orang dari Finlandia yang memanggil saya untuk mengikuti acara Bootcamp mereka di Jakarta. Saat itu, saya hanya diintro lewat email, berbekal niat dan pikiran nothing to lose, berangkat lah saya ke Jakarta

Ternyata mereka adalah brand baru di dunia mobile yang fokus di market low end – market paling besar di Indonesia. Offernya adalah untuk membantu mereka mengenalkan brand ini ke developer Indonesia. Diskusi mengerucut ke urusan target, dan kami pun bersepakat dalam jumlah tertentu. Dealnya adalah ketika target achieved, maka kami semua menuju Eropa.

Singkat cerita, performance kami exceeds expectation, sekarang saatnya menuju Eropa

Tiket terkirim, itinerary pun disusun – rasanya tidak pantas bagi saya untuk melepaskan Turin, Italia dari daftar kota yang wajib kunjung. saya dan 2 teman yang lain punya ide untuk melanjutkan perjalanan kami, istilah kerennya extend. Sy memlilih Turin, kawan saya menuju Kopenhagen dan satu lagi memilih terbang ke Catalonia.

Cocok, ide ini dapet approval

Hari itu 9 Oktober 2011. Semua anggota tim berkumpul di Terminal 2 CGK

CGK-9-Okt

KLM yang kami tumpangi mendarat sejenak di KL kemudian lanjut ke Schipol Amsterdam – perjalanan jauh ini berjalan membosankan, yang saya lakukan hanyalah makan, minum, ke kamar mandi dan nongkrong-nongkrong di kabin belakang. Sayangnya pemandangan pramugarinya tidak seindah penerbangan Timur Tengah atau Asia, jadi lah saya lebih memilih untuk meneruskan tidur saja.

Menjelang Subuh, captain dari cockpit mengumumkan bahwa kami sudah berada di langit Belanda dan dalam waktu dekat akan segera mendarat, saya bangun dengan penuh semangat, membasuh muka di toilet belakang dan bersiap menjejakkan kaki di Eropa untuk pertama kalinya!

Schipol

Schiphol

Pendaratan mulus. saatnya keluar pesawat dan mengejar pesawat lanjutan ke Helsinki. Sejenak sambil berjalan saya melihat sekilas peta Schipol, ternyata pesawat yang harus kami kejar berada di sudut lain yang jauh dari terminal tempat pesawat kami mendarat.

Bukannya bergegas, kami malah jalan santai, plus acara foto-foto bersama di sepanjang jalur kami menuju terminal selanjutnya, sepanjang jalan kami cuma ketawa-ketawa dan kagum melihat isi Schipol. Gelak tawa itu tidak berlangsung lama, dan berhenti ketika kami menyadari bahwa di depan kami ada satu bagian yang harus kami lewati.

Imigrasi..

Antrian mengular di gerbang imigrasi, walaupun sudah disediakan lebih dari 8 line tetap saja antrian padat merayap, untuk menyiasati antrian ini saya memberikan kode ke kawan-kawan untuk menyelinap segera ke antrian yang belum terlalu padat, kode ditanggapi dengan baik dan akhirnya saya berdiri di belakang Reza, yang sudah menginjakkan kaki di garis batas warna kuning.

Petugas imigrasi memanggil Reza, uhhmm..beberapa pertanyaan diajukan, sinyal kurang baik, petugas memintanya menunjukkan berkas-berkas. Reza mulai membuka tasnya dan mengeluarkan beberapa dokumen, mukanya tegang dan serius. Petugas imigrasi masih belum berhenti bertanya sambil menimang-nimang paspor Reza. Keringat saya mulai mengalir, apakah wajah timur tengah Reza yang membuat petugas imigrasi tidak segera memberi stempel? Saya hanya bisa berdo’a.

Tak lama kemudian, Reza menerima kembali paspornya. Selanjutnya giliran saya

Semua berkas sudah saya pegang di tangan kiri saya, dan paspor pun saya berikan sambil sedikit tersenyum

“So, this is your first time coming to Europe?”

“Yes”

“Are you with him?” *sambil menunjuk Reza*

“Yes”

“Is he a good friend?”

“Yes, sure”

“Welcome to Europe!” *sambil ngecap paspor saya dengan mantab*

Hahaha! ternyata mudah prosesnya! – semua anggota tim sudah lewat, kecuali Ziyad yang masih tertahan di antrian, petugas berulang kali menyuruhnya untuk mengeluarkan Macbook dan beberapa kabel.

Saya melihat jam tangan saya..pukul 06.45 – dan pesawat ke Helsinki akan terbang pada pukul 07.15

Saya meminta Reza dan Didiet untuk lari duluan mengejar pesawat di terminal keberangkatan (yang masih jauh itu) , dan mereka berdua bergegas.

Akhirnya Ziyad lolos, sekarang sudah jam 06.59! dan kami semua berlari sekuat tenaga menuju terminal keberangkatan!! Saya dan Yohan berlari berbarengan, teman-teman yang lain menyusul, hingga sampailah kami di Gate keberangkatan kami, sayangnya gate tersebut sudah hampir ditutup

“Waiiiiiiitttttt! Helsinkiiiiii..!

Petugas di pintu terbelalak dan tampak kesal, saya langsung memberikan boarding pass saya dan berlari masuk ke dalam, tapi sejenak saya berhenti dan melihat ke belakang – beberapa teman saya belum terlihat

“I still waiting for my friends, pls don’t close the door”

“Forget it, they won’t make it”

Waduuw! masa’ iya kami harus meninggalkan teman yang lain di Schipol sini, bisa runyam nanti ceritanya – untungnya tak lama kemudian wajah-wajah teman saya terlihat dan petugas pintu masih mengizinkan mereka untuk masuk.

Huff ..rasanya lega sekali, dan kami pun duduk, tak lama kemudian pintu pesawat ditutup dan kami siap untuk take off

Helsinki, we’re coming!

Advertisements

2 thoughts on “Europe Trip Part 1 : CGK to Schipol

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s