Amor Vincit Omnia

Amor vincit omnia..Love conquers all.

CInta akan menaklukkan segalanya..

di sini cinta ‘berbicara’ menjadi sang penakluk, yang ditaklukkan pun bukan hanya gunung ‘tuk didaki atau lautan ‘tuk diseberangi, bahkan lebih dari itu semuanya, seringkali jiwa lah yang dibuat takluk oleh cinta, seperti kata Kahlil Gibran :

“Bila cinta memanggilmu

ikutlah meski jalan yang kalian tempuh terjal dan berliku

dan bila sayap-sayapnya merengkuhmu,

pasrah dan menyerahlah meski pedang yang tersembunyi di balik sayap itu akan melukaimu”

Ketika jiwa sudah takluk, maka semua anggota tubuh akan tunduk menarikan buaian melankolik, seperti Jiwa Romeo dan Juliet, yang mengkanak-kanak cengeng, mungkin saja lautan terseberangi, mungkin gunungnya yang tinggi terdaki, tapi jiwa mereka takluk menunduk, Romeo tampak tolol di hadapan Count Paris, rivalnya, dan lemas tak berdaya di depan Tuan Besar Capulet, dan dia pun mengecewakan Pastor Lorenzo dengan keputusasaannya, hingga akhirnya jiwa yang takluk oleh cinta itu tak jauh dari quote terkenal Ti Pat Kai, babi gendut sahabat Sun Go Kong si Kera Sakti

“Dari dulu beginilah cinta, deritanya tiada akhir”

Gangguan jiwa ala Romeo ini dijelaskan oleh Ustadz Fauzil ‘Adzim dalam Disebabkan oleh cinta, “Gangguan jiwa tidak datang secara tiba-tiba, Ia merupakan hasil dari proses hidup yang panjang”. Apa yang kita lihat sebagai penyebab, biasanya hanyalah peristiwa pemicu. Jadi menurut Ustadz Fauzil ‘Adzim, sebenarnya tidak ada orang yang gila karena putus cinta. Yang ada hanyalah orang dengan keadaan jiwa yang rapuh, jiwa yang remuk, lalu sebuah tragedi menyentak, dan menjadikannya hancur berkeping-keping, inilah jiwa Sang Romeo : jiwa yang takluk kepada cinta

Jiwa yang takluk oleh cinta berawal dari kebiasaan menjadikan cinta sebagai azas hidup, alasan bagi semua tindakan, hingga batas-batas tertentu ia akan menjadi penyembah cinta, menjadikan cinta sebagai Tuhan, sebagai Rabb sekaligus Ilah , dalam film Kiamat Sudah Dekat, dengan kalimat yang cerdik Deddy Mizwar ‘bersabda’ pada para pendewa cinta,

“Cinta itu kan berhala yang lo sembah-sembah!”

Meskipun begitu, bagi yang tetap meyakininya sebagai kebenaran, tentu saja itu adalah sebuah pilihan, karena sesungguhnya kita selalu dapat memilih dalam kehidupan ini, dalam posisi apapun, tak terkecuali dalam cinta, selalu ada ruang antara rangsangan dan tanggapan, disana lah terletak pilihan-pilihan

“Maka ALLAH mengilhamkan kepada jiwa itu jalan kedurhakaan dan jalan ketaqwaannya” – Asy-Syams surat 91 ayat 8

karunia untuk memilih itu adalah bekal teragung manusia untuk menjadi makhluq yang ‘dibebani’ amanah oleh ALLAH di muka bumi. Manusia diberi kehendak, jadi apabila hendak beriman, silakan saja beriman, dan sebaliknya apabila hendak ingkar, silakan saja kafir, alangkah dahsyatnya karunia ALLAH berupa memilih ini.

Love is a sweet torment..begitu kata Maria dalam novel Ayat-Ayat Cinta, maka dalam cinta juga ada saat-saat menikmati kegalauan, kesengsaraan, kepedihan dan kesedihan, sebaliknya dalam cinta pun penuh dengan dorongan-dorongan untuk menikmati keindahan, rasa nikmat, kesenangan dan kebahagiaan. Pada umumnya, kesemuanya itu, baik kebahagiaan maupun duka, kita sebut emosi.

dan Al-Qur’an mengajarkan kita untuk mampu menundukkan emosi, menaklukkan hawa nafsu.

dan meninggikan suara hati..bisikan suci ilahi, karuniaNya kepada kita..

Bisakah kita?

*) disarikan dari bab dengan judul sama dari buku Jalan Cinta Para Pejuang – Salim A.Fillah

Advertisements

10 thoughts on “Amor Vincit Omnia

  1. mencoba untuk bisa, karna saat kita merasa hampir bisa, kita khan diuji terus menerus sampai hampir tidak bisa..

    keep on fighting bro *juga menyemangati diri sendiri 🙂

  2. “yang terpenting adalah apa yang kau lakukan selama ini demi cinta adalah benar-benar karena keikhlasanmu serta pengabdianmu terhadap Allah SWT.” 🙂

    * the show must go on, bro..

  3. .: Emeld :.
    benar..itu lah cara optimis, sulit tapi bisa menggambarkan sebuah tekad untuk mengerahkan segala cara untuk mengatasi tantangan, kesulitan dan penghalang..

    .: Amel Solicha :.
    pasti bisa mel..Gusti Ora Sare..

    .: Indra :.
    makasih sudah mampir..salam kenal

    .: Jon :.
    amiiin..hidup harus laju..dan perjuangan cinta harus tetap diteruskan..

  4. Buat orang yang bertuhan, cinta hanyalah bunga-bunga kehidupan. Yang membuat hidup berwarna dan semerbak, wangi dan bertenaga. Para pujangga menjadikannya jiwa dalam karya-karyanya, gak lain dan gak bukan karena itu ‘laku’ untuk dijual. Buat kita? Enjoy aja kali ya?… Fachry, get it or leave it! Kejarlah sampai kamu capek dan mulai melirik yang lain… hehehe… Emang siapa dia membuatmu tak bisa tidur dan tak enak makan? Kalau gak mau, ya udah, dunia gak selebar daun kelor Fachry… 😉

    Buatku, cinta adalah power, bahan bakar buat roketku yang selalu ngadat… Wortel buat keledai yang malas.. :-))

  5. mgkn emg bnr cnt itu adlh berhala…….tp ingat siapa yg memberinya……klw kau igt mk Qt bs mgrt bgymn cr memperlakukn cnta…..klw cnta yg dilandasi keinginan kuat untuk memiliki,mk cnt tu g’ murni…..krn udh tercampur ma hawa nafsu……nh mnrtQ itu nmnya “berhala cinta”……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s