Devide Et Impera

Beberapa hari ini hampir semua media baik cetak maupun elektronik bercerita tentang peristiwa pembubaran aksi AKKBB di Monas yang didalangi oleh FPI dan beberapa aliansi umat islam lainnya, dan beberapa korban yang jatuh sebagian besar juga berasal dari kalangan umat Islam sendiri, seperti beberapa Kiai dari NU dan tokoh-tokoh Islam yang lain

Miris rasanya melihat pemberitaan seperti itu, dengan dalih ingin membubarkan aksi AKKBB yang disinyalir merupakan representasi Ahmadiyah dan mendapatkan suntikan dana dari Amerika dan Yahudi, FPI bertindak brutal seperti itu, mereka memukul, menendang dan mengeroyok orang-orang yang sedang demo dengan sangat anarkis, bahkan beberapa dari mereka yang dipukul tersebut adalah wanita dan anak-anak,Sungguh saya tak habis pikir apa sebenarnya keinginan mereka

Dalam sebuah berita di Liputan6 pagi beberapa waktu yang lalu, perwakilan dari AKKBB menyatakan bahwa mereka telah terdzalimi dan akan mengambil tindakan hukum terhadap FPI, dan setelah dikonfrontasi dengan pihak FPi, pihak FPi menyatakan bahwa mereka wajar melakukan aksi anarkis seperti itu, karena selama ini AKKBB dianggap telah menyebarkan isu-isu mendukung Ahmadiyah dengan alasan itu adalah kebebasan beragama, Nah, setiap pihak saling klaim dan merasa dirinya paling benar

Jadi siapa yang salah?

Menurut saya, jelas kedua belah pihak sama-sama bodoh!

AKKBB bodoh karena mereka tidak meminta izin Polisi untuk mengadakan aksi seperti itu, mereka bilang untuk mengadakan aksi seperti itu mereka tidak perlu meminta izin Polisi, mereka hanya perlu memberikan pemberitahuan saja, karena mereka pikir aksi-aksi seperti itu pun jamak dilakukan oleh elemen-elemen masyarakat lain

sebaliknya FPI tak kalah jahiliahnya, mereka beraksi macam Indonesia ini adalah padang rimba yang kekerasan jadi alat utama untuk mendapatkan kekuasaan, sangat anarkis dan ironis mengingat mereka beratribut ISLAM dan dari namanya sendiri adalah Front Pembela ISlam, tetapi sungguh apa yang mereka lakukan jauh sekali dari nilai-nilai perdamaian Islam, saya pikir dangkal sekali ketika alasan Ahmadiyah dijadikan landasan penyerangan terhadap aksi tersebut

Sejujurnya, aksi penyerangan di atas justru akan memperburuk citra Islam di mata dunia, dan semakin memperkeruh kondisi negeri ini yang sedang panas karena efek kenaikan BBM beberapa minggu yang lalu, rakyat semakin merasa dipancing untuk berbuat ganas dan agresif dalam menghadapi sesuatu

Jika sedikit ditelaah lebih dalam, bukankah ini adalah strategi klasik penjajah untuk melemahkan umat Islam?bukankah ini adalah strategi murahan yang sudah lama dialami bangsa ini?bukankah ini adalah strategi devide et impera, taktik memecah belah umat ini menjadi beberapa kalangan kecil, yang nantinya akan semakin terpecah belah, semakin lemah dan semakin mudah untuk dihancurkan

Lihat aja efek dari aksi FPI tersebut, aksi balasan ke kantor-kantor cabang FPI di beberapa daerah sudah terjadi, lihat di Cirebon dan Sleman, baru malam tadi (2 Juni) kantor FPI di Cirebon diserang oleh sekumpulan massa yang beratribut NU, tidak luput juga di Sleman, massa menyerbu Masjid di daerah Gamping..dan sekarang terkesan ada perang dingin antara FPI dan massa barisan nahdhiyin

Menyedihkan..

hanya dengan isu Ahmadiyah saja! FPi tersulut emosinya dan menyerang AKKBB, padahal di dalamnya ada beberapa elemen umat Islam, kini giliran NU (yang anggotanya jadi korban di aksi itu) membalas aksi tersebut

bukankah dengan ini Islam semakin terpecah?

saya yakin Yahudi dan antek-anteknya tertawa melihat Islam terpecah-belah seperti ini, mereka semakin mudah mencengkeram Indonesia, dan semakin membutakan orang-orang Islam dari keyakinannya

Seharusnya pemerintah bisa mengambil sikap yang arif dan bijaksana dalam menyikapi berbagai permasalahan seperti ini, dan sebaiknya umat Islam bisa lebih menahan diri dan berpikir visioner sebelum mengambil tindakan, dan pastikan tindakan itu jauh dari anarkisme

Baah..bukankah dengan taktik inilah 350 tahun bangsa ini diduduki Kumpeni!!

Advertisements

12 thoughts on “Devide Et Impera

  1. S.A.L.U.T !!!
    inilah tulisan yang ditunggu2 oleh mereka yang sadar dan berpikir.
    tulisan yang berani tanpa pandang bulu
    tulisan dari hati dan pikiran yang jernih…

    ngebacanya jadi ikut2an panas nie,,, ternyata kita masih belum lepas dari kolonialisme… menyebalkan!
    fiuhhh,, lama-lama kok dunia politik jadi ikut2an kayak sinetron sie???

  2. Sabar Mas,,, 🙂

    lama ga nulis Akhi,,, baru nulis langsung marah2… hehehehehe

    menanggapi tulisan akhi,,, kmrn aku baca di blog temenku… bahwa ini dinamakan “wahabisme”…

    Dalam sebuah diskusi di Paramadina beberapa waktu lalu, K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyebut kelompok Islam Wahhabi sebagai kelompok Islam yang memiliki rasa rendah diri yang sangat tinggi. Kelompok ini kemudian menutupi rasa rendah dirinya dalam bentuk mental mudah tersinggung, gampang mengkafirkan orang, dan aksi-aksi kekerasan. Mereka menganggap diri dan kelompoknyalah yang memiliki otoritas kebenaran sejati. Kelompok-kelompok lain adalah kafir, penghuni neraka, dan kalau perlu harus dimusuhi bahkan dibasmi.

    buat keterangan lebih lanjut, bisa di klik di http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=1327

    lumayan buat nambah2in pengetahuan… 😉

  3. Waah..iya niy..tambah kacau niy indonesia qt..
    Orang islam kok nyerang orang islam..lalu kemanakah UKHUWAH ISLAMIYAH mereka?
    FPI mungkin bermaksud baik tetapi caranya kurang tepat..coro jowone ‘bener ning ra pener’.
    Menurutq..ahmadiyah mending diikrarkan sebagai ‘agama ahmadiyah’ aja,bukan agama islam aliran ahmadiyah..Bukankah Islam hanya mentolerir perbedaan fikih,bukan aqidah?!
    Aqidah Islam itu khan bersaksi bahwa tiada tuhan selain ALLOH dan bersaksi bahwa MUHAMMAD utusan alloh (pelajarane Pak Mukri,masih inget tho Ri?)
    Ahmadiyah khan nabinya Mirza Ghulam so menurutq udah keluar dari aqidah islam.
    Menurutq lagi..kalo ahmadiyah ga mau dibubarkan mending ‘keluar’ aja dari islam (walo mereka tetep sholat) dan mendirikan agama ahmadiyah so FPI ga akan protes lagi coz udah bukan bagian dari agama islam..
    seperti di negara tetangga..orang islam bisa hidup damai dengan orang ahmadiyah karena di sana ahmadiyah tidak digolongkan sebagai ‘islam sesat’ tetapi berdiri sendiri sebagai agama ahmadiyah..
    Pembubaran FPI menurutq tidak efektif
    coz kalaupun FPI dibubarkan mereka akan tetap ada..mereka akan tetap punya komunitas liqo’ sendiri..dengan nama yang lain..dengan orang-orang yang sama..dan akhirnya dengan aktifitas yang sama.
    Mending MUI ngasih edukasi ke FPI tentang definisi jihad yang bisa diterapkan di negara indonesia yang tidak sedang dalam kondisi perang biar ga anarkis lagi..peace man..!! masa’ kalah sama Slank..! He..he..he..

  4. .:: Cherie ::.
    kalo dunia politik emang dah dari sono-nya gitu de’, penuh intrik dan topeng, tentang isu FPI ini malahan kmren ada yang mengulas kalo ini sebenernya ada tekanan dari Barat, maklum Pilpres tinggal setahyn lagi dan setiap pihak tentunya ‘harus’ mencari segala celah yang dapat dimanfaatkan untuk menguasai isu..

    sinetron Indonesia juga nggak mau kalah, meracuni setiap penontonnya dengan isu-isu utopia, dan segala kesempurnaan hidup yang serba instant, walaah..susah bener..

    mendingan nonton EuRO 2008 aja lah…hehehe 😛

    .:: Emeld ::.
    Hmmm..bagus juga artikelnya http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=1327, cuman koq malahan nuansanya jadi menjelek-jelekkan aliran lain yah..? Wahhabi menurut saya memang agak konservatif , cuman di sisi lain mereka tegas menjadikan Islam sebagai satu-satunya pegangan hidup..yaah terlepas dari segala pemberlakuannya yang serba kaku ya..? yang kadang menutupi kebobrokan akhlaq dengan menukil hukum-hukum penguat (yang tidak pada tempatnya), soal Gus Dur..aahh saya no comment lah..kadang susah juga ketika harus menilai pendapat seseorang yang suka mencla-mencle gitu..

    .:: Shafariyah ::.
    setuju dengan tolak pembubaran FPI, FPI tidak perlu dibubarkan tetapi perlu ditindak, lagian sesama umat Islam saya yakin selalu ada titik temu kalo emang mau dipertemukan, soal perbedaan sini-situ itu ya lumrah wong namanya juga manusia, tetapi kan kita harus bersatu ta demi tujuan Islam bersama..?

    Ahmadiyah sebaiknya menyatakan diri kalo mereka emang bukan bagian dari Islam, wong tauhidnya aja juga udah keliru..ato ya lebih baik tobat minta ampun sama ALLAH, subhanallah banget kalo mau begitu yaa..?

  5. nonton EURO???
    hmmm… kenapa nonton EURO harus begadang dan untuk beberapa orang bisa dijadiin ‘excuse’ buat telat datang rapat??? (saya tidak menyebutkan ‘merk’, pamali euy … ;p hehe!)

    hmmm… kenapa bisa jauh kesemsem ma tim eropa ketimbang tim sendiri? kapan ya Indonesia bisa punya pemain sehebat Del Piero, Beckham, Owen, dll. Apa bisa? Apa ada? (ups,, ketahuan kalo cuman tahu pemain Inggris doank nie :p) penasaran….

    tapi boleh juga dah, nonton Euro sekali-kali biar bisa ngerasain ‘sensasi’ teriak2nya pas goal (mpe gangguin tetangga kalo perlu… :P) tapi gak usah pake BT kali yah, kalo tim jagoannya kalah ??? penting gak sie ?? ups! hehehe
    maaf…maaf…
    becanda…becanda…becanda…

    Moga Italy menang deh di pertandingan ketiga…
    amin..amin..amin..amin..amin..amin..amin..amin..12345x

  6. Jika anda orang Islam malukah anda melihat keadaan seperti ini??

    Jika anda orang Islam maukah anda bersikap tegas terhadap kejadian-kejadian yang merusak wajah umat Islam??

    * pertanyaan yang meesti dijawab oleh kepala negara kita yang notabene orang Islam..

  7. yup semuanya bisa ditunggangi demi kepentingan politik…
    semalem juga ada acara yang ngebahas tentang “organisasi massa”..
    masa dia bilang ngebuat kerusuhan buat nyari muka doank..supaya masyarakat tau “eksistensi” mereka…
    Beuhh!!
    kudu ati2 nihh kita..
    jangan ampe kebawa arus…

    buat bung crizossai
    ada baiknya pertanyaan itu ga hanya dijawab Oom Presiden doank.. tapi semua masyarakat termasuk kita.. dengan perbuatan sekecil-kecilnya… tul tak?

    buat geknana
    SETUJU!!! IDUP ITALY!!!!
    hahaha 😉

  8. .:: GekNana ::.
    nonton Euro emang harus begadang krn jam maennya malem (perbedaan waktu neng!), kecuali kalo Euro maennya di Bantul baru bisa nonton nggak pake begadang hehehe..mana ada Euro maen di luar Eropa.. 😛 bete wajar itu tanda sayang dan ikut sedih sama tim yang kalah, ya maap kalo jadi ngrepotin orang lain jadinya.. hehehe 😛

    .:: Crizosaiii ::.
    ada benernya juga…kadang pak’e terlalu pikir-pikir strategi dan kurang berani spekulasi ambil keputusan tegas..sekali-sekali sikaaaat aja getooh..jangan cuma marah pas ngebangunin peserta rapat tidur donk..

    .:: Alter-Udjo ::.
    iya bener tuh djo, emang kadang bikin ‘event’ tertentu tuh tujuannya cuma buat nunjukkin kalo eksis aja koq..yah berbagai macam cara lah, lagian kan udah lama juga nggak kedengaran kabarnya juga…yah tapi sayang kalo ‘event’ malahan seperti mengobok-obok air keruh jadi semakin keruh saja

  9. benar, taktik lama dipakai saat insiden monas, lah dalangnya siapa tuh… tapi menurutku ini kesalahan media, ah.. sudahlah, media memang paling jago ngendalikan massa, contohnya ja ya, dari debat forum yang dilakukan media A, berbeda muatannya dengan debat forum yang dilakukan media B, sekarang tinggal media yang paling bijak yang ornamen didalamnya mengibarkan bendera Abu abu saja, karena kejadian kecil bisa menjadi besar karena media memberi bumbu2 yang ga jelas… oke.. salut untuk umat islam seperti fahri..

  10. saia setuju ma ucapan smwa orang di atas…

    pd dasarnya saia hanyalah wanita yg cinta perdamaian, hohoho..
    mas,,
    euro 2008,, final dream ku RUSSIA-TURKI..
    amiin..
    😀

  11. hai. kirain fachry yang itu, ternyata emang fachry yang itu. *grins*

    tulisan yang bagus. sistematisnya bikin ngiri.

    setuju sama kamu, emang dua-duanya sama-sama bodoh.
    rasanya (nyaris) malu jadi orang Islam waktu liat rekaman penyerangan itu.
    emang seharusnya ahmadiyah dijadikan agama sendiri aja. Biar selesai masalahnya. Gak pake acara bakar-bakaran mesjid segala.. (> <)

    kapan ya orang Indonesia bisa mulai berdialog?

  12. Itu semua kan bagian dari skenario penghancuran Islam. Emang sengaja dibikin kyk gitu, sengaja dibikin spy orang jd berpikir negatif dan akhirnya gampang diadu domba.
    Kita yang masih bisa berpikir jernihlah yang harus tidak terpancing dng segala atribut pengadu-dombaan itu. Keep cool, calm, and confident. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s