A Night with Rumi

Semalem habis dateng ke acara peringatan Rumi, jujur pengen dateng karena penasaran, siapa sih sebenernya si Rumi ini?

rumi.jpg

Rumi, atau Jalaluddin Rumi tepatnya, adalah seorang sufi yang paling terkenal di dunia Islam, akhir-akhir ini fenomena tentang Rumi ini sedang bener-bener booming di Amerika, menurut pembicara, ada satu hal yang mendasari kepopuleran Rumi di Amerika, yaitu toleransi-nya kepada setiap manusia

Rumi menggunakan pendekatan cinta kepada Tuhan sebagai inti dari setiap puisi dan karya-karyanya, ini lah yang membuatnya toleran kepada setiap pemeluk agama, baik Muslim, Nashrani, Hindu, Budha dan agama-agama lain, ajaran cinta yang universal membuatnya menembus sekat-sekat religius, Rumi mengibaratkan cinta Tuhan adalah suatu samudera tak bertepi (Ocean without shores), kemudian manusia mulai membatasinya sendiri, dengan alam pikirannya yang terbatas, manusia mulai ‘memanusiakan’ Tuhan, dan memberinya sifat-sifat yang masuk di akal manusia, sebuah analogi, ketika Tuhan adalah air samudera tak terbatas, manusia kemudian menaruhNya di gelas, dan kemudian bentuk Tuhan itu adalah seperti gelas, lain lagi yang meletakkanNya di dalam mangkok, maka dia akan mendapatiNya dalam bentuk mangkok saja, keterbatasan akal dan pikiran ini lah yang membuat manusia menyempitkan makna Tuhan, sesuai dengan keterbatasannya tadi, ada yang menyerupai gelas, mangkok dan batasan-batasan lainnya

Batasan-batasan ini lah yang kemudian membuat manusia berpikir bahwa ajarannya adalah yang paling benar, hukumnya lah yang paling benar, merasa paling mengerti Tuhan, padahal sebenarnya mereka telah memikirkan Tuhan dengan ‘pikiran’ mereka sendiri, dan sesungguhnya mereka tidak mampu

Ajaran-ajaran Rumi yang toleran, inklusif dan menembus batas ini kemudian menjadikan ajarannya sangat populer, bahkan menjadi popular religion di Amerika, banyak orang yang kemudian berbondong-bondong mempelajarinya

Tapi di sisi lain, kepopuleran Rumi ini membuat orang-orang bertanya..Apakah benar Rumi ini seorang muslim?apakah dia benar seorang yang memeluk agama Islam?atau dia hanyalah seorang rohaniwan yang tidak terikat pada suatu agama tertentu?hal ini menjadikan identitas Rumi terdistorsi

Kemudian si pembicara melanjutkan, Rumi tidak serta merta ‘terbang ke langit’ dan bertemu Tuhan, dia memulainya dari bawah, tergopoh-gopoh mencari Tuhan, meniti makna Tuhan yang terserak, hingga justru dengan usaha kerasnya menjalankan syariat Islam inilah, pada akhirnya dia menemukan Tuhan, hingga akhirnya dia menemukan hakekat cinta Tuhan, yang kemudian mengantarkannya hingga ke tahap ma’rifat.

Pemaknaan ketuhanan Rumi ini kemudian teralir ke karya-karyanya, salah satunya yang paling legendaris yaitu al-Matsnawi al-Maknawi, konon adalah sebuah revolusi terhadap Ilmu Kalam yang kehilangan semangat dan kekuatannya. Isinya juga mengkritik langkah dan arahan filsafat yang cenderung melampaui batas, mengebiri perasaan dan mengkultuskan rasio.

Sebagaimana ajaran tasawuf, ajaran Rumi pun sulit dipahami, khususnya oleh orang-orang awam seperti saya ini, ajaran yang menurut saya masih berada dalam sektor abu-abu sekaligus samar ini kadang sulit dimengerti, semuanya masih cenderung subjektif berdasarkan pengalaman dari pelakunya sendiri

Whirling dervish

darwis.gif

salah satu tradisi yang paling khas dari ajaran sufistik adalah whirling dervish, yaitu suatu dzikir ala sufi yang menggunakan musik dan tarian sebagai sarananya

Sebelum memulai tarian itu, seorang dervish harus terlebih dahulu melakukan beberapa ritual, yang pertama mereka harus bersuci, selanjutnya mereka harus mendapatkan approval dari sheikh (pemimpin spiritual) mereka, dan untuk menjadi seorang dervish, anda harus memiliki hati yang bersih dan suci terlebih dahulu

dervish-2.jpg

dari video yang saya lihat kemaren, mereka memulai dengan berwudhu, selanjutnya mereka merendahkan diri di depan sheikh mereka, dan mulai menyilangkan tangan di dada mereka, sebagai simbol merendahkan diri, mereka mulai memejamkan mata, dan selanjutnya dengan berporos pada kaki kiri, mereka mulai berputar perlahan, perlahan hingga kemudian bertambah cepat hingga mencapai suatu kecepatan konstan tertentu, dan kemudian melambat, dan pada akhirnya berhenti

Unik?Jelas! saya heran, energi apa yang membuat mereka bisa berputar stabil seperti itu? kekuatan dari mana yang membimbing putaran itu?yang sangat menakjubkan hingga tidak terjadi tabrakan di antara dervish satu dengan dervish yang lain…apakah ada koreografi tertentu disana?kemudian apa juga yang mereka rasakan hingga mereka bisa berdiri tegak seperti itu?terlihat jelas di wajah para dervish sebuah kenyamanan dan kedamaian yang luar biasa, mereka nyata sedang dalam kondisi trance!!

Jelas mereka sedang menikmati sesuatu, sesuatu yang mungkin hanya dapat mereka rasakan sendiri, seperti seorang pemadat yang sedang terbang dibuai morfin, seperti seorang pendo’a yang sedang tenggelam dalam kenikmatan do’anya, seperti..

..melayang..

Entah bagaimana rasa dan caranya, sepertinya hal itu hanya bisa dirasakan, tidak bisa dibagi, diceritakan atau mungkin diwariskan

hingga pada akhirnya saya takjub, dan meninggalkan acara tersebut dengan sejuta tanda tanya..

..

..????..

wallahua’lam bisshawab

Advertisements

20 thoughts on “A Night with Rumi

  1. aku punya beberapa buku rumi, tapi gak pernah tak baca, berat. itu juga peninggalan om ku yang sepertinya sufistis.

  2. ri klo mampir kesana (mpbookpoint) dapet diskon ga? *ngarep mode On :D, a4khir2 ini sering lewat nee..sekali bisa 3 mpe 4x, tp lewaat doank πŸ˜€

  3. ..:yanworks:..
    jelas sufistis, dan lumayan berat..bahasanya bersayap dan kata-katanya penuh kiasan..

    ..:amel:..
    hehehe..boleh-boleh jelas diskon dunk selama februari ini, makanya jangan lewat doank mel..mampir atuhh πŸ˜›

    ..:fahmi:..
    klo pak romi saya juga tau mi hehehe.. πŸ˜› , event bulan ini ditutup sama Rumi, bulan depan?tunggu info selanjutnya hwehehe

  4. ..:fahmi:..
    oia tanggal 23 ada bedah buku ttg “kerusuhan di sepakbola Endonesa”..ehehe..pasti seru

    ..:alle:..
    hehe boleh2..ada matsnawi yang paling legend, tuh ada beberapa volume, tapi yang dah masuk baru vol.1..ada kimya juga, tu yang nulis anak perempuannya Rumi, trus ada Kingdom of Joy, semacam prosa-prosa gt lah, cerpen-cerpen penuh hikmah lah..

    sampe saat ini baru itu, klo yang kumpulan puisi Rumi siy banyak tuw

  5. wah wah,, saya mendengus isu-isu ‘gender’ nie, hehehe

    persepsi, persepsi, persepsi,,,,,, πŸ˜›

  6. Wadoh Jalaludin Rumi? Hehehe.. saya sendiri menganggep orang satu ini justru bukan ulama islam…

    Terus dervish..
    Cara zikir yang tak pernah ada contohnya..

    Ya intinya be careful of KALAM.

    Yo sedikit dari peringatan Imam Abu Hanifah

    Putra Imam Abu Hanifah, yang namanya Hammad, menuturkan, “Pada suatu hari ayah datang ke rumahku. Waktu itu di rumah ada orang-orang yang sedang menekuni Ilmu Kalam, dan kita sedang berdiskusi tentang suatu masalah. Tentu saja suara kami keras, sehingga tampaknya ayah terganggu. Kemudian saya menemui beliau, ‘Hai Hammad, siapa saja orang-orang itu?’, Tanya beliau. Saya menjawab dengan menyebutkan nama mereka satu persatu. ‘Apa yang sedang kalian bicarakan?’, Tanya beliau lagi. Saya menjawab, ‘Ada suatu masalah ini dan itu’. Kemudian beliau berkata: “Hai Hammad, tinggalkanlah Ilmu Kalam”.

    Kata Hammad selanjutnya: “Padahal setahu saya, ayah tidak pernah berubah pendapat, tidak pernah pula menyuruh sesuatu kemudian melarangnya. ‘Hammad kemudian berkata kepada beliau., ‘wahai Ayahanda, bukankah ayahanda pernah menyuruhku untuk mempelajari Ilmu Kalam?’ “Ya, memang pernah”. Jawab beliau, “Tetapi itu dahulu. Sekarang saya melarangmu, jangan mempelajari Ilmu Kalam”, tambah beliau

    “Kenapa, wahai ayahanda?”, Tanya Hammad lagi. Beliau menjawab, “Wahai anakku, mereka yang berdebat dalam Ilmu Kalam, pada mulanya adalah bersatu pendapat dan agama mereka satu. Nemun syetan mengganggu mereka sehinggamereka bermusuhan dan berbeda pendapat”.

  7. Nah kalo ini dari Imam Malik

    Imam al-Harawi meriwayatkan dari Ishaq bin Isa, katanya, Imam Malik berkata, “Barangsiapa yang mencari agama lewat Ilmu Kalam ia akan menjadi kafir zindiq, siapa yang mencari harta lewat Kimia, ia akan bangkrut, dan siapa yang mencari bahasa-bahasa yang langka dalam Hadits (gharib al-Hadits) ia akan bohong.”

    Kalo ini dari Imam Syafii

    Imam Syafi’i berkata: “Siapa yang mendalami ilmu kalam, maka seakan-akan ia telah menyelam ke dalam samudera ketika ombaknya sedang menggunung” (menantang bahaya). (Al-Mizanul Kubra, Asy-Sya’rani, 1/60).

  8. ..:LynxLuna:..
    Hmm..gini..memang ilmu kalam ini sangat tidak populer di kalangan AhlusSunnah wal Jama’ah, karena segala kesamaran dan kalo tidak kuat iman justru akan menggoyahkan iman itu sendiri

    tetapi dalam hal ini, Rumi berusaha untuk menampilkan sisi lain dari Islam, umumnya selama ini kita mempelajari Islam secara Fiqh, seperti kalo tidak shalat maka nantinya akan dibakar di neraka, kalo berbohong maka akan dipotong lidahnya dan sebagainya, sehingga membuat orang beribadah karena takut pada siksa ALLAH semata.

    Rumi dan konsep cintanya, berusaha untuk menampilkan satu level lebih lanjut (tentunya tanpa mengesampingkan fiqh, justru karena beliau adalah salah satu pakar fiqh makanya beliau bisa memaknai ubudiyah ini secara lebih lanjut), yaitu dengan bagaimana menyembah dengan cinta, gampangnya begini, kalo kita beribadah dengan ikhlas, maka ALLAH akan mencintai kita, dan kalo kita hanya malas-malasan saja maka ALLAH akan membenci kita.

    Sehingga tahapan menggapai Ridho ALLAH tidak hanya berkutat seputar takut neraka saja, melainkan mencapai tahap Cinta sejati

    tentang dervish, saya juga nggak tahu cara dzikir macam apa yang mereka peragakan itu, meskipun begitu saya juga tidak mau menghakimi apakah hal tersebut benar atau salah (karena ilmu saya blom cukup pantas untuk menjawab hal tersebut)

    terlepas dari segala hal yang masih menjadi perdebatan, Rumi secara umum mampu menampilkan sisi keindahan dari Islam, yang selama ini terpuruk oleh isu-isu terorisme dan segala macam fitnah lainnya

    wallahua’lam bishowab

  9. keren,,
    pemuja Allah,,
    pecinta sejati,,
    baginya mencintai Allah adalah kenikmatan baginya,,

  10. kalo Rumi bukan ulama Islam, lalu LynxLuna siapa ? mohon hati-hati menilai orang lain.

  11. Dan lagi, apa yang dimaksud dengan Kalam , Tasawuf, Sufi, Teologi ? LynxLuna tolong banyak belajar lagi. Pendekatan Rumi dalam memahami hakikat Tuhan bukan melalui Kalam, tetapi lebih kepada pendekatan rasa.

  12. .: Melisa :.
    nah ini dia yang hebat dari Rumi, pendekatan ibadahnya sudah sampe tahapan cinta

    .: Faqeer :.
    Rasa? itu lah yang kadang samar,,rasa yang bagaimana yaa..?

  13. Ya gini aja, kalo ga ada contohnya dari Nabi Muhammad saw ya ga usah diikutin…

  14. Jika kita berdebat kembali soal boleh tidak belajar ilmu kalam dan fislasafat rasanya mundur ribuan tahun ke belakang. NAmun pada dasarnya, antara ilmu fiqh, ilmu kalam (tauhid) dan ilmu tasawuf haris terintegrasi. Jangan yang satu yan lainnya ditonjolkan atau dalam perkataan nabi itu ada istilah Islam, Iman dan Ihsan.
    Nah para sufi itu dalam beribadah dengen pendekatan rasa, sehingga akan terasa manis. Sebab Tuhan bukan sesuaitu yang dianggap menakutkan, tetapi dicintai bahkan saling “mencintai”. (rodillohu anhu waroduanhu). Kalaupendekatan ilmu kalam saja, seroang mukimin akan merasa jauh dengen Tuhannya. Sebut saja konsep ilmu kalam menyebutlan, tuhan itu berbeda dengen seluruh mahluk, sulit digapai dan keberadaannya sangat jauh. Sementara dalam konsep ihsan, terlembaga dalam sejarah dengen ilmu tasawuf, Tuhan sangat dekat dan malah pengasih dan penyayang (rahman-rahim).
    Sementara jika menonjolkan ilmu fiqh, Tuhan ipandang sebagai sesuatu yang selalau mengkalkulasi perbuatan manusia baik buruk maupun bagus.
    maka solusinya, baik ilmu fiqh, ilmu kalam dan ilmu tasawuf, alangkah baiknya semuanya dipelajari.
    Sebagai contoh, selaian Rumi yang telah mengintegraikan antara ilmu kalam dan fiqh, Imam Alghazali sudah berhasil memadukan ntara poendekatan fiqh, ilmu kalam dan tasawuf yang terangkum dalam Ihya ulumuddin, meski kemudian, Alghazali lebih terkenal seoang sufinya. nah kecenderungan sufustik Alghazai tersebut, lantaran dia sudah sangat jenuh terhadap ilmu filsafat, termasuk ilmu kalam. Akhirnya dia merasakan kedamaian batin hanya di jalan tasawuf.
    yang menjad salah kaprah dalam tasawuf adalah, munculnya orang yang berpura-pura tasawuf (mutasowif) PAdahal ilmunya sangat dangkal. AKhirnya tuduhan kepada kaum syufi muncul, orang-orang sufi lari dari syariat. PAdahal seperti imam alghozali, jalaludin rumi, robiah aladawiyah, hasan albisri dan lain-lain, hampir stiap ilmu agama mereka mamahaminya sangat dalam.
    Terklait ahlusunnah tidak menerima ajaran tasawuf ini harus dilurukan juga. Termasuk menyebut kategori ahlu sunnah itu yang mana. Perjenalan sejarah menyebutkan, sebelumnya kelompok “ahlusnnah ” tidak menerima praktik sufitik sebelum imam alghozali berpindah haluan ke jalan sufi. Praktik sufi lebih banyak dilakukan oleh kaum syi’ah. Seperti istilah mursyid dll. Awalnya tidak terkenal di kalanagna ahlusunnah. namun kalau menyebut ahlusunnah dengen pengikut ajaran ilmu kalam Imam Asyary, tentu tidak tepat. Sebeab pendekatan, atau dalil-dalil ketuhanan Asyariyah, yang mencetuskan sifat Allah 20, mustahil 20 dan yang zaiz 1, itu juga menggunakan metode filsafat. Apalagi Asyari, selama 40 tahun sebagai pengikuti Wasil Bin Atho, sebagai guru kaum mutajillah. Di sini pula, maka ilmu kalam biasa disebut dengen filsafat ketuhanan atau semi filsafat.
    maaf nuslinya terburu-buru banget….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s