Nasib Timnas Kita

Permainan fantastis timnas senior Indonesia saat berlaga di partai menentukan melawan Singapura ternyata tidak berarti apa-apa, skor imbang 2-2 di akhir pertandingan kembali memupuskan harapan para pendukung sepakbola di negeri ini untuk menjuarai piala AFF, lemahnya semangat juang dan rendahnya konsentrasi para pemain pada 2 pertandingan sebelumnya ditengarai sebagai penyebab ketidaklolosan tim merah putih ke laga selanjutnya, Namun mengapa selalu demikian?
Para pemain kita sudah terlanjur besar kepala saat menghadapi Laos, sejarah 6-0 di Piala Tiger 2004 membuat mereka berpikir Laos adalah lawan mudah untuk ‘dibantai’, kenyataannya? justru Indonesia dipermalukan duluan lewat gol serangan balik yang membobol perangkap offside yang gagal diterapkan anak-anak asuhan Peter Withe – yang skema 4-4-2-nya – masih mengkhawatirkan, meskipun pada akhirnya membalikkan keadaan melalui Saktiawan Sinaga dan 2 gol dari Atep, pertandingan yang harusnya dapat dimenangi timnas dengan selisih gol yang besar ternyata harus berakhir dengan skor hanya 3-1
Begitu juga pada pertandingan melawan Vietnam, Kita harus menunggu hingga menit ke-90 untuk memastikan timnas terhindar dari kekalahan, timnas seharusnya dapat belajar dari pertandingan sebelumnya. Rasa puas diri telah membuat timnas kehilangan gairah untuk MeNaNg, sangat disayangkan pelatih asing yang telah dibayar mahal itu hanya bisa mengingat kisah suksesnya dengan timnas Thailand beberapa tahun terdahulu, tanpa pernah bisa mengulanginya di Indonesia, berbagai alasan seputar Indonesia, mulai dari rendahnya kualitas pemain, buruknya pengelolaan kompetisi dan minimnya disiplin kembali diusung untuk menjadi kambing hitam, yang sayangnya (kali) ini sudah cukup membuat kita muak.
PSSI sudah sepantasnya mengambil langkah tegas terhadap pelatih yang tidak bisa mengangkat prestasi timnas – setelah semua hal yang telah diberikan PSSI kepadanya – dan mulai belajar dari kesalahan-kesalahan yang ada untuk selanjutnya bersikap lebih tegas dan jelas
Proyek-proyek instan macam timnas U-23 yang telah menghabiskan miliaran rupiah ternyata juga tidak berdampak signifikan kepada peningkatan prestasi, harusnya ada pertanggungjawaban kemana larinya uang sebanyak itu, yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk membenahi kualitas kompetisi atau membenahi sektor-sektor penting lainnya,
Kalau tidak segera dibenahi, mungkin kita masih harus menunggu lebih lama (lagi) untuk munculnya prestasi persepakbolaan Indonesia.

Yaah..lagi-lagi kita hanya bisa bermimpi, setidaknya hingga saat ini

Advertisements

One thought on “Nasib Timnas Kita

  1. saya turut berduka cita atas gagalnya peter withe di berbagai ajang.. 😦
    dan juga atas penggantian withe dan bambang nurdiansyah ama ivan kolev..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s